perayaan hut gerindra
SIAP MENANG : Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna (dua dari kiri) bersama Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Priyanti Susilawati (empat dari kiri), mendampingi Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani (tengah) pada perayaan HUT ke-12 Partai Gerindra, di DPP Partai Gerindra, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (6/2). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
perayaan hut gerindra
SIAP MENANG : Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna (dua dari kiri) bersama Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Priyanti Susilawati (empat dari kiri), mendampingi Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani (tengah) pada perayaan HUT ke-12 Partai Gerindra, di DPP Partai Gerindra, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (6/2). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Momen perayaan hari jadi ke-12 Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), di DPP Partai Gerindra, berlangsung semarak, Kamis (6/2). Kader dari berbagai daerah turut datang. Mereka diminta untuk berbenah dan bangkit meraih kemenangan.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna yang hadir dalam agenda tersebut mengatakan, ia bertemu dan berbicara langsung dengan Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani.

“Beliau memberikan masukan, bahwa 270 kabupaten/kota yang akan mengikuti Pilkada untuk segera berbenah, bangkit dan kompak untuk meraih kemenangan di tiap wilayah,” kata Pradi.

Ia melanjutkan, saat ini Depok sendiri masih dalam tahap persiapan dan terus melakukan konsolidasi, baik di internal maupun dengan partai lain. Sehingga, pihaknya tidak sekedar menjadi peserta Pilkada, tapi keluar sebagai pemenang.

“Alhamdulillah, beberapa waktu lalu, kami telah melakukan MoU dengan PDIP, selanjutnya kami terus membangun komunikasi dengan partai lain,” ucap Pradi.

Pada HUT ke-12 ini, Pradi menegaskan, sesuai dengan yang disampaikan Ketum dan Sekjen, di usia ke-12 ini Gerindra akan menghadapi tantangan-tantangan yang tidak mudah ke depannya. Khususnya, tantangan agar tetap konsisten menjadi wakil rakyat yang telah memilih Gerindra.

“Karena itu salah satunya kita harus tetap menjaga kepercayaan yang diberikan rakyat kepada Gerindra, salah satunya adalah keinginan agar konsistensi ini dapat diwujudkan oleh partai,” papar Wakil Walikota Depok ini.

Ia menambahkan, yang dimaksud konsistensi yakni, tetap menegakkan dan memperjuangkan kebenaran. Bahkan, Ketua Umum (Ketum) sekaligus Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto juga mengingatkan bahwa Gerindra harus terus menerus berpihak kepada rakyat dan jangan sekalipun meninggalkan rakyat dalam keadaan apapun.

“Itulah yang hendak Gerindra lakukan ke depan. Tantangan itu tidak ringan dan tantangan itu cukup berat karena dalam posisi-posisi apapun tantangan akan selalu ada,” tandasnya.

Sementara, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menceritakan 12 tahun lalu saat partai yang dirikannya ini tidak diperhitungkan.

Prabowo menceritakan kala itu muncul gagasan besar bahwa perlu dibuatnya satu partai politik. Hal itu untuk mengakomodir keinginan rakyat Indonesia.

“12 tahun yang lalu dari tidak ada apa-apa, kita berkumpul dengan suatu gagasan besar. Gagasan ingin ikut memengaruhi jalannya kehidupan bangsa dan negara,” ujar Prabowo.

Bahkan setelah sepakat mendirikan sebuah partai. Prabowo masih binggung memilih logo apa yang bakal dipakai untuk Partai Gerindra ini. Akhirnya didapatlah gambar kepala burung garuda sebagai logo Gerindra.

“Waktu kita mendirikan partai dari segelintir orang, saudara Fadli Zon, Hashim Djojohadikusumo, Pak Muzani, hampir terlambat ke Kemenkumham untuk mendaftar, kemudian cari gambar dan cari nama,” katanya.

Prabowo bercerita dirinya kala 12 tahun lalu mengajak teman-temannya ikut berjuang mendirikan partai. Namun ejekan yang ia dapatkan.

“Ada kawan-kawan kita yang tertawakan kita. Orang-orang saya ajak ikut mendirikan partai, reaksi mereka ketawa. Mereka tanya apa? Partai apa itu? Gerindri, Gerindru? Ini demi Allah,” katanya.

Namun demikian dirinya bersama dengan teman-temannya tetap gigih untuk mendirikan partai. Sehingga Prabowo tidak mempedulikan ejekan yang ia dapatkan kala itu.

“Tapi kita tak ragu-ragu, kita tak berkecil hati, kita diejek, dihina, tapi kita terus berjuang untuk rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Prabowo juga teringat kala mendaftar Partai Gerindra, di Jawa Tengah. Saat itu banjir sedang melanda. Sehingga mendaftar menggunakan perahu. Termasuk juga kader Gerindra meninggal dunia saat mendaftar di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Mendirikan partai ini ada yang berkorban dengan nyawa mereka. Jadi dalam ultah yang ke 12 kita mengenang masa-masa yang sulit, masa-masa kita diejek, tidak diperhitungkan,” pungkasnya. (rd/jpc)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)