Rabu, CPNS Dilarang Bawa Jimat

In Utama
ilsutrasi tes CPNS jangan bawa jimat
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Rabu (12/2), 5.196 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjalani Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Saat menjani tes di Hotel Bumi Wiyata (BW) para peserta cukup membawa KTP, tidak boleh membawa lembar jawaban apalagi benda berbau klenik (Jimat).

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, peserta SKD tidak diperbolehkan membawa benda–benda supranatural seperti jimat masuk ke dalam ruang tes. Karena akan ada sanksi berat yang mengintai jika dilanggar. “Akan ada pemeriksaan sebelum peserta masuk ke ruang ujian,” kata Mary, kepada Radar Depok, Senin (11/2).

Tidak hanya jimat, ucap Mary, peserta juga dilarang membawa benda apapun ke dalam ruang ujian selain kartu identitas. “Alat tulis  sudah disediakan di tempat ujian, jadi gak perlu bawa apa–apa ke dalam selain kartu identitas,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya akan memeriksa satu persatu peserta dengan ketat, guna mencegah terjadinya kecurangan saat ujian nanti. “Pemeriksaan akan dilakukan dengan alat detector dan juga pemeriksaan manual,” bebernya.

Dia menjelaskan, jika ada peserta yang kedapatan membawa benda-benda yang dilarang. Pihaknya, tidak akan segan–segan untuk memberikan sanksi tegas. “Sanksinya didiskualifikasi dan dikeluarkan dari ruang ujian,” tegasnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan dibantu petugas Satpol PP Kota Depok sebanyak delapan orang, untuk membantu proses pemeriksaan peserta SKD. “Ada empat petugas pria dan empat wanita untuk memeriksa peserta SKD,” tegasnya.

Sementara, Ketua Pansel Pengadaan CPNS Pemkot Depok, Hardiono menuturkan, sudah menentukan tanggal dan lokasi pasti pelaksanaan SKD tes CPNS ini. Tes SKD dimulai Rabu 12 Februari hingga Sabtu 15 Februari, di Hotel Bumi Wiyata.

Pelaksanaan tes SKD akan dimulai kurang lebih selama 10 jam setiap harinya. Dengan rentang waktu mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Dalam SKD kali ini terdapat beberapa tata tertib yang harus dipatuhi peserta SKD. Di antaranya, hadir satu jam sebelum dimulainya tes, mengisi daftar hadir, serta membawa KTP atau suket.

“Peserta wajib berpakaian sesuai aturan. Pria menggunakan kemeja warna putih calana panjang hitam dan bersepatu. Sedangkan perempuan memakai kemeja putih, rok atau celana panjang bahan berwarna hitam dan bersepatu,” bebernya.

Selain itu, lanjut Hardiono, dalam pelaksanaan ujian nanti peserta juga dilarang melakukan beberapa hal selama di dalam ruangan. Peserta dilarang membawa buku catatan, kalkulator, gawai, kamera, jam tangan, maupun ballpoin. “Membawa makanan dan minuman, senjata tajam, membawa tas, atau bertanya dan berbicara pada peserta ujian lainnya,” terang pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Depok ini.

Dia menambahkan, dalam SKD tersebut pihaknya juga menyiapkan sejumlah sanksi bagi peserta yang melakukan pelanggaran. Yaitu peserta yang terlambat mengikuti ujian tidak akan diizinkan masuk atau dianggap sudah gugur atau tidak lolos. Kemudian peserta yang melanggar tata tertib akan dikeluarkan dari ruang ujian, dan dianggap gugur bahkan dicoret dari daftar hadir.

“Jika melanggar tata tertib akan dikenakan sanksi tegas. Dianggap gugur atau bahkan dicoret,” tegasnya.

Perlu diketahui, pelaksanaan SKD merupakan tindak lanjut dari pengumuman Panitia Seleksi (Pansel) Pengadaan CPNS di lingkungan Pemkot Depok tahun Anggaran 2019, dengan Nomor: 800/06/TP.CPNS/DEPOK/2019 tanggal 30 Desember 2019 tentang Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan CPNS di lingkungan Pemkot Depok, pascapenetapan hasil sanggah.

Sementara itu, secara keseluruhan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) telah menyiapkan 425 titik lokasi pelaksanaan tes SKD CPNS tahun 2019. Untuk instansi pusat dan instansi daerah yang disiapkan BKN terletak di Kantor BKN Pusat, 13 Kantor Regional BKN dan 20 UPT BKN. (rd)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71), Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu