BNSP ke SMK Nasional depok
KOMPETEN : Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyambangi SMK Nasional melakukan kegiatan penyaksian (Witness) yang merupakan bagian dari Uji Kompetensi LSP-P1. FOTO : SMK NASIONAL FOR RADAR DEPOK
BNSP ke SMK Nasional depok
KOMPETEN : Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyambangi SMK Nasional melakukan kegiatan penyaksian (Witness) yang merupakan bagian dari Uji Kompetensi LSP-P1. FOTO : SMK NASIONAL FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyambangi SMK Nasional. Kedatangan BNSP ingin menyaksikan (Witness)  Uji Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P1), di sekolah Jalan Raya Grogol, Kecamatan Limo Kota Depok.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Ketua BNSP Kunjung Masehat, anggota Silvia Wahyuni, dan Observer Dwi Hadianto.Sedangkan, dari LSP SMK Nasiona Kepala SMK Nasional yang juga sebagai Dewan Pengawas, Muhammad Ihsan serta Ketua LSP-PI SMK Nasional Erwin Lastianto dan beberapa pengurus lainnya.

Kepala SMK Nasional, Muhammad Ihsan mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan oleh BNSP untuk meninjau dan menilai proses pelaksanaan uji kompetensi LSP apakah sudah sesuai dengan standar operasional prosedur atau tidak. Jika BNSP menilai proses uji kompetensi yang dilaksanakan LSP sudah sesuai, maka lisensi yang diberikan akan segera diresmikan.

“Oleh karena itu, witness ini merupakan tahapan terakhir dari proses lisensi,” ucapnya.

Ihsan menjelaskan, sebelum adanya winess sudah terdapat banyak persiapan yg dilakukan oleh para pengurus, seperti persiapan dokumen yg kemudian diuji coba. Setelah itu diadakan full assessment, barulah keluar lisensi LSP dan dilanjutkan  kegiatan pelaksanaan witness tersebut.

“Witness diawali dengan pemeriksaan sekretariat kemudian ke tempat pengujian di setiap masing-masing TUK,” katanya.

Ihsan melanjutkan, setelah itu ada Uji kompetensi skema sertifikasi KKNI level II, yang dirancang untuk menilai kompetensi yang dapat dilakukan dengan menggunakan metode praktik, tertulis, lisan yang andal dan objektif serta konsisten. Rancangan persyaratan uji kompetensi menjamin setiap hasil uji dapat dibandingkan satu sama lain, baik dalam hal muatan dan tingkat kesulitan, termasuk keputusan yang sah untuk kelulusan atau ketidaklulusan.

“Persaingan SDM diwilayah regional (ASEAN) dan global. Maka melalui  pelaksanaan uji sertifikasi LSP, diharapkan kualitas lulusan SMK Nasional dapat meningkat. Mereka menjadi lulusan yang dapat melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau menjadi tenaga kerja yang terampil dan bersertifikat,” katanya.

Ditempat yang sama, Ketua LSP SMK Nasional, Erwin Lastianto menuturkan, ini merupakan langkah nyata bagi manajemen SMK Nasional untuk menuju perubahan yang berkelanjutan. Dengan harapan mereka berkompeten, tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Harapan kami LSP SMK Nasional Depok menjadi lembaga sertifikasi yang handal dan Membantu memastikan link and match  antara kompetensi lulusan dengan tuntutan kompetensi di industri.“ ucap Erwin. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)