Tangkap Pembacok Anak Saya

In Utama
rumah duka pelajar korban tawuran
RUMAH DUKA : Sejumlah kerabat mendatangi rumah MN (17) pelajar yang meninggal dunia akibat tawuran di kawasan RT04/RW02, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Jumat (31/1). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pelajar korban tawuran, MN (16) dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Grogol Rangkapan Jaya, Jumat (31/1). MN merupakan siswa salah satu SMK swasta di Kota Depok yang meregang nyawa pada Kamis (30/1) malam.

Di rumah duka tampak keluarga, kerabat, dan rekan-rekan korban berkumpul dan memanjatkan doa untuk MN.

Sementara itu orang tua MN, Syafei tak bisa menyembunyikan kesedihan karena kehilangan anaknya. Ia berkali-kali menitikan air matanya ketika menceritakan kondisi MN. Ia mengaku, anaknya tersebut masuk sekolah pagi dan sudah pulang sekolah siang.

“Ada firasat enggak enak. Sampai saya enggak kepingin jualan, karena ingin bersama anak bungsu,” tutur Syafei berkaca-kaca.

Penuturan Syafei, MN pulang sekolah sudah tiba di rumah pada pukul 14.00, dan sempat minta makan pada ibunya, kemudian makan di kamar. Karena ada keperluan, siang itu Syafei pun pergi.

“Saya ditelpon anak kedua, dia bilang MN sudah tidak bernyawa,” ungkap pria yang berprofesi sebagai tukang ikan ini.

Syafei berharap, pelaku pembacok anaknya dapat segera ditangkap, dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. MN meninggal setelah mengalami luka cukup parah diduga karena sabetan celurit, korban sempat di bawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.

“Saya berharap pelaku cepat ketangkep, biar saya enggak penasaran. Jangan terjadi lagi kejadian ini, saya kehilangan anak bungsu,” tutur Syafei terbata.

Terpisah, Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, MN mengalami luka parah pada bagian leher dan paha.

“Ya dia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong,” ucap Azis kepada wartawan.

Aksi tawuran yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Raya Sawangan pada Kamis (30/1) malam, disoroti oleh sejumlah pihak. Mereka berharap ada sanksi tegas yang diberikan kepada para pelaku tawuran, guna memberikan efek jera.

Seperti disampaikan Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono. Ia menyayangkan tawuran kembali pecah di Depok, hingga mengakibatkan korban jiwa. Ia pun menyampaikan duka mendalam bagi keluarga almarhum.

“Beri siswa kesibukan, agar mereka konsentrasi pada hal positif. Beri juga mereka pemahaman jangan mengikuti film tentang kekerasan, karena itu bisa ditiru,” ungkap Hardiono kepada Radar Depok.

Hardiono menilai, tawuran pelajar yang kerap terjadi lantaran faktor pergaulan dan lingkungan yang tidak kondusif. Menurutnya dibutuhkan pembinaan lebih mendalam dari berbagai pihak. Di antaranya orang tua, komite, sekolah, serta guru agar bekerjasama dengan baik dalam pembinaan siswa.

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok dari Fraksi PDI Perjuangan, Imam Turidi mengatakan, kasus tawuran yang mengakibatkan siswa meninggal merupakan persoalan serius yang memerlukan peran pendampingan dari Pemkot Depok, agar tidak semakin marak.

“Ini tidak bisa dianggap sepele, perlu ada sanksi tegas bagi siswa pelaku tawuran. Agar mereka jera melakukan tindakan yang masuk dalam kategori kriminal,” ucap Imam kepada Radar Depok.

Imam menilai, siswa yang kedapatan ikut tawuran bisa dikeluarkan dari sekolah. Dan untuk sekolaah yang siswanya terlibat tawuran diberi surat teguran bertahap, hingga pencabutan izin. Selain tindakan tegas tersebut, Imam meminta agar dicarikan solusi bagi siswa yang terkena sanksi, seperti dikembangkan minat dan bakatnya.

“Misalnya disalurkan ke bakat olahraga tinju atau silat. Bisa menjadi saluran mental mereka, agar jangan tawuran,” tutur Imam.

Menurutnya, semua pihak harus berperan mengentaskan kasus tawuran pelajar di Depok. Mulai dari Dinas Pendidikan, Polres, Orang tua siswa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. “Jika semua stakeholder bekerjasama, InsyaAllah aksi tawuran pelajar bisa diredam,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Farida Rachmayanti mengaku, dirinya sangat prihatin atas aksi tawuran pelajar yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

“Kasus anak beberapa waktu terakhir ini beruntun. Kondisi sosial berimplikasi pada permasalahan anak. Masalah tawuran pelajar memang butuh ditangani secara serius bersama,” ucap Farida kepada Radar Depok.

Dia menuturkan, tawuran pelajar bisa diredam dengan solusi teknis dan strategis lintas sektoral sehingga penanganannya bisa menyeluruh. “Tidak cukup penyelesaiannya hanya dibebankan ke pihak sekolah atau dinas pendidikan,” ujar Farida.

Dia tidak ingin menyalahkan pihak manapun atas kejadian tawuran pelajar ini. Menurutnya yang paling penting adalah mencari solusi terbaik mengentaskan masalah tawuran pelajar ini.

“Mesti duduk bersama. Kemudian melihat fenomenanya dari runutnya peristiwa, sebelumnya agar penguraian dan antisipasi masalahnya jelas,” imbuhnya.

Menurutnya, faktor pemicu tawuran pelajar harus dicari guna mencari solusinya.

“Kenapa anak menjadi beringas? apa sih yg membuat mereka pada umumnya berseteru? adakah pengaruh dari kondisi sekolah, atau keluarga misalnya. Mungkin bidang sosial Bappeda dan DPAPMK bersama Disdik bisa duduk bareng,” harap Farida.

Secara teknis lanjutnya, dicarikan upaya penguatan nilai bagi siswa di sekolah. Anak-anak sekarang dengan tantangan yang luar biasa harus mendapat asupan nilai, moral dan motivasi tinggi, bukan sekedar pengajaran.

Meski demikian, Farida mengaku perlu ada sanksi tegas bagi pelajar yang tetap membandel melakukan tawuran agar memiliki efek jera.

“Sanksi itu saya fikir perlu. Ini bincang di tingkat kota agar menjadi kebijakan bersama. Namun, tetap dalam bingkai keramahan kepada anak. Tujuannya membangun kesadaran,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto), Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

Roy Pangharapan.

PSBB Bukan Cuma di Jalan

Roy Pangharapan.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Pelaksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terjebak hanya masalah di jalan

Read More...
bawaslu absain online

Bawaslu Depok Tetap Absensi Harian Via Zoom

  TEKNOLOGI : Jajaran Komisioner dan staf sekretariat Bawaslu Kota Depoksedang Rakor menggunakan aplikasi Zoom. FOTO

Read More...
PSBB di kelurahan serua

PSBB di Serua, Lurah : 80 Persen Patuh

BAGIKAN MASKER : Lurah Serua beserta seluruh stakeholder sedang membagikan masker dan nasi kotak di

Read More...

Mobile Sliding Menu