Tantangan desentralisasi kesehatan di Bangka Belitung

In Ruang Publik

Oleh : Meilla Mayasdita

Mahasiswa STIKIM Jakarta

Pada saat ini, sektor kesehatan di Bangka Belitung menghadapai tantangan yang semakin komplek. Selain harus beradaptasi dengan berbagai regulasi yang terkait dengan pembangunan kesehatan, dan disaat yang sama juga harus menyesuaikan dengan beberapa perubahan strategis dibidang kesehatan di era desentralisasi. Tantangan pembangunan kesehatan terus meningkat, dan menuntut kesiapan dalam memberikan pelayanan terdepan.

Salah satu strategi pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran,kemauan, dan kemampuan hidup sehat agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Pembangunan kesehatan adalah proses yang terus menerus dan progresif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, peningkatan derajat kesehatan akan memberikan sumbangan nyata dalam meningkatkan daya saing yang sangat diperlukan.

Strategi tersebut tentunya menuntut dilakukannya peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas menjadi salah satu arah kebijakan pembangunan kesehatanan, serta perbaikan sistem pelayanan kesehatan.

Namun, akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar saat ini masih belum menjangkau seluruh penduduk, terutama di daerah tertinggal, terpencil dan kepulauan (DTPK). Sementara itu, tantangan pembangunan kesehatan terus meningkat mencakup transisi demografi dan epidemiologi. Oleh karena itu, perlu dan strategi penguatan pelayanan kesehatan.

Diharapkan strategi ini meningkatkan kesehatan sehingga semakin efektif berperan mengatasi berbagai masalah kesehatan yang terjadi. Beberapa terobosan di bidang kesehatan, masih dikatakan belum cukup meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan.

Dengan berbagai tantangan tersebut, peran pelayanan kesehatan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas menjadi salah satu arah kebijakan pembangunan kesehatan, peran dalam memberikan pelayanan kesehatan juga harus diperkuat

Dalam menghadapi berbagai tantangan strategis yang ada, serta strategi kebijakan untuk penguatan pelayanan kesehatan ke depan. Strategi penguatan kesehatan mencakup memperkuat SDM, meningkatkan pembangunan ekonomi bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan ekonomi, peningkatan manajemen dan mutu pelayanan kesehatan.

Dan tentunya akan mengikut sertakan berbagai elemen yang terkait pada sektor kesehatan, mendorong peran masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengurangi masalah kesehatan. Tantangan pembangunan kesehatan akan terus meningkat, sehingga menuntut kesiapan dalam mengikatkan pelayanan terdepan.

Penguatan upaya kesehatan yang berkualitas merupakan salah satu arah kebijakan kesehatan, akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar saat ini belum menjangkau seluruh penduduk, terutama di daerah terpencil dan kepulauan. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya terkait pada aspek penerapan saja, tetapi juga proses kebijakan.

Dengan demikian, tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana membangun kebijakan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan pada masyarakat.

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu