Transportasi Berbasis Rel Terealisasi 2022

In Metropolis
Transportasi berbaris rel
CINDERAMATA : Kepala Dishub Kota Depok, Dadang Wihana memberikan plakat kepada Direktur Prasarana  BPTJ Edi Nur Salam. FOTO : DISKOMINFO FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Transportasi Massal berbasis rel di Kota Depok bakal terwujud di tahun 2022. Hal itu disampaikan Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Edi Nur Salam usai menjadi pembicara dalam Forum Renja Dinas Perhubungan Kota Depok.

Pihaknya mengaku mendukung, karena ini sesuai Perpres Nomor 5 Tahun 2018, yang masuk dalam rencana transportasi Jabodetabek.

“Ada dua dukungan yang kami berikan untuk Depok di antaranya akan memperjuangkan proyek ini masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional dan kami akan bantu studi Outline Business Case (OBC)  di tahun ini,” ungkap Edi.

Selain itu lanjutnya, setelah penyelesaian OBC akan dilanjutkan dengan Final Business Case (FBC) dan Detail Engineering Design (DED). Beberapa tahapan tersebut nantinya dibantu juga oleh BPTJ.

“Target kami di 2022 sudah terbangun. Di 2021 kami targetkan dokumen-dokumennya selesai. Rencananya satu koridor dulu yaitu dari Stasiun Depok Baru sampai Bojongsari, nanti akan disambung ke Parung,” ujarnya.

Kendati begitu, imbuhnya, usulan transportasi berbasis rel  ini belum bisa ditentukan teknologinya. Sebab, masih menunggu hasil dari OBC yang  akan dilaksanakan tahun ini.

“Belum bisa dikatakan itu trem, LRT, MRT, atau monorel, kita tunggu hasil OBC. Sementara terkait pendanaan, tentu harus koloborasi melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana mengapresiasi terhadap renspon baik dari BPTJ yang mendukung rencana pembangunan transportasi massal di Kota Depok. Pembangunan transportasi berbasis rel, lanjutnya,  merupakan satu dari beberapa usulan yang diajukan kepada pemerintah pusat.

“Saat ini BPTJ sedang tahap lelang untuk membuat  FBC yang menjelaskan secara rinci terkait cakupan biaya, keterjangkauan, risiko, rute pengadaan, dan jadwal proyek, sehingga dapat dikawal terus hingga nantinya bisa terealisasi,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu