Viralkan Pembuang Sampah Sembarangan

In Metropolis
pembuang sampah liar viralkan
MEMBANDEL : Warga melintas didekat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di kawasan Jalan Kemiri Muka, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji. Walaupun sudah ada papan pemberitahuan dilarang membuang sampah di tempat tersebut, masih ada saja orang tak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Guna memerangi sampah di Kota Depok, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok punya wacana memberi efek jera bagi pelaku pembuang sampah liar. Yaitu memviralkan wajah warga yang membuang sampah di sembarang tempat.

Walikota Depok Mohammad Idris Abdul Somad, mengaku pihaknya mendukung wacana tersebut. Hal itu dilakukan untuk mendidik dan memberdayakan masyarakat agar mematuhi aturan kebersihan di Depok.

“Ini sebuah wacana mendidik dalam pemberdayaan masyarakat. Ada dua unsur yang dilakukan yaitu, pendidikan dan penertiban,” ungkap Idris.

Idris mengungkapkan, jika edukasi yang diberikan telah mencapai batas maksimal, atau tidak digubris maka langkah yang terakhir adalah penertiban.

“Sebagai contoh, strategi memviralkan inilah orang yang suka membuang sampah sembarangan,” bebernya.

Meski demikian, Idris mengaku cara tersebut tidak langsung dilakukan, ada beberapa kali toleransi diberikan petugas kepada mereka para pelanggar ketertiban kebersihan.

“Kalau satu, dua, tiga sampai tujuh kali tetap bandel (tetap membuang sampah sembarangan), terpaksa orang itu kami populerkan,” terangnya.

Lebih lanjut, Idris menegaskan aturan tersebut bukan atas dasar SK Wali Kota namun, berdasarkan inovasi yang terlahir dari instansi terkait (DLHK).

“Kami sebagai Pemerintah Kota, memiliki kewajiban untuk mendukung inovasi setiap dinas dalam mengefektifkan kerja program mereka,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok, Iyay Gumilar menerangkan kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) masih menjadi andalan dalam memberikan efek jera kepada para pelanggar yang membuang sampah sembarangan.

Mekanisme OTT dimaksimalkan melalui kerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja Depok, memantau bersama di beberapa titik rawan pembuang sampah sembarangan. Biasanya operasi digelar, sekitar pukul 01.00 WIB ke atas.

“Ya ini cukup efektif, sepanjang 2019 saja kami berhasil melakukan OTT dan langsung sidang tipiring terhadap kurang lebih 40 orang pelanggar,” jelasnya.

Namun untuk sanksi kepada para pelanggar tersebut diakuinya masih kurang maksimal, sesuai Perda seharusnya denda Rp25 Juta namun setelah di sidang tipiring mereka didenda hanya ratusan ribu.

“Paling kalau sudah tipiring, dendanya Rp100-200 ribu,” paparnya.

Pada tahun 2020 ini, Iyay mengaku akan lebih intensif melakukan kegiatan OTT. Karena hal tersebut dinilainya sangat efektif. “Yang tertangkap selama ini, kami pantau orang – orang baru, bukan yang sebelumnya sempat tertangkap jadi menurut kami ini efektif,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

bersama ulama bangun depok

Berrsama Ulama dan Santri, Idris-Imam Bangun Depok

MUNAJAT : Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat berdoa bersama pimpinan

Read More...
impro camper 3

Melihat Kreasi IMpro Camper Van Kota Depok : Siap Gandeng Pemkot, Patenkan Identitas (3-Habis)

KREATIF : Salah satu tim IMpro Camper Van saat duduk di dalam mini bus yang

Read More...
pradi siap berkantor

Pradi Siap Ngantor di Kelurahan

DEKLARASI : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat menghadiri agenda di Kampung Banjaran

Read More...

Mobile Sliding Menu