Virus Korona Jangkiti Harga Bawang Putih di Depok

In Utama
harga bawang naik di depok
MELONJAK DRASTIS : Pedagang menata dagangannya di Pasar Agung, Jalan Proklamasi Raya, Kecamatan Sukmajaya, Senin (10/2). Harga bawang putih impor akhir-akhir ini melonjak drastis hingga 100 persen dari harga sebelumnya. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Virus korona ternyata berdampak pada komoditi bawang putih, di Kota Depok. Sejak Senin (10/2), bahan yang digunakan buat masak ini harganya membumbung tinggi. Tak tanggung-tanggung, harga bawang putih disejumlah pasar tradisional Kota Depok menyentuh Rp80 ribu per kilogram (Kg) yang sebelumnya Rp40 ribu. Naik yang mencapai 100 persen ini kuat dugaan akibat bawang putih di impor dari China atau Tiongkok.

Pedagang di Pasar Cisalak, Kusdi mengungkapkan, kenaikan harga bawang putih sangat meningkat hingga 100 persen, kenaikan ini juga sudah terjadi beberapa hari lalu dan diseluruh pedagang. “Sudah beberapa hari ini saya jual bawang putih dari Rp40 ribu saat ini sudah Rp 80ribu perkilogram, untuk cabai harga masih stabil tidak seperti bawang putih,” ucapnya kepada Radar Depok, Senin (10/2).

Dia tidak mengetahui penyebab pasti dari kenaikan harga tersebut. Yang jelas memiliki dampak besar bagi pemasukannya selama beberapa hari ini. Untuk bawang bombai dia juga menjelaskan ada kenaikan walaupun tidak signifikan yaitu dari Rp8 ribu menjadi Rp12 ribu. “Karena kenakannya sangat tinggi, jadi pembeli juga mulai mengurangi jumlah pembelian. Sehingga mengakibatkan berkurangnya pendapatan kami khususnya dalam penjualan bawang putih,” jelasnya.

Sementara, pedagang di Pasar Tugu, Suprayogi juga mengeluhkan kenaikan harga bawang putih yang sangat drastis sehingga pembeli juga menjadi berkurang. Bawang putih dari Rp35 ribu dan saat ini dijual kisaran Rp70 hingga Rp80 ribu satu kilonya. Kenaikan ini sudah terjadi sejak seminggu lalu. “Menurut informasi yang saya dengar kenaikan ini di picu karena bawang putih di impor dari China yang saat ini sedang terjadi virus korona,” ungkap Yogi.

Dia berharap, agar harga bawang putih dapat kembali normal dalam waktu dekat agar tidak meresahkan masyarakat serta pedagang kecil. “Semoga si harga bawang putih cepet kembali normal, karena kami sebagai penjual juga bingung mematok harganya jika dari pusat harganya sudah tinggi dan pelanggan juga jadi berkurang,” tegasnya.

Di lokasi terpisah, pedagang sayur di Pasar Kemirimuka Depok, Rubi Kholis mengungkapkan, harga jual bawang putih mengalami kenaikan 100 persen. Rubi mengira sebab kenaikan bawang bisa berhubungan dengan kebijakan pemerintah Tiongkok tersebut.

“Bisa jadi, karena bawang putih itu biasanya hasil impor dari China, tapi saya belum tahu pasti. Karena pusat perbelanjaan dari Kramatjati,” katanya kepada Radar Depok.

Menurut pemilik toko sayuran, Cahyono,  bawang putih naik dari harga Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kilonya. Menurutnya, angka tersebut sudah cukup drastis. Namun, dia menegaskan kenaikan tersebut sudah terjadi sekira seminggu yang lalu.

Dilain hal, kata Cahyono, cabai tidak mengalami kenaikan. Justru menurutnya, cabai mengalami penurunan. Cabai merah, Rp70 ribu menjadi Rp60 ribu perkilonya. Cabai rawit merah Rp 100 ribu menjadi Rp 80 ribu.  “Untuk cabai hijau tidak ada yang mengalami kenaikan maupun penurunan, semuanya masih stabil,” ujarnya.

Menimpali hal ini, Kasi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Cicin Nurhaidah mengatakan, saat ini harga kebutuhan pokok di Kota Depok sudah mengalami peningkatan. Banyak produk yang mengalami kenaikan harga mulai dari bahan makanan, pakaian hingga barang elektronik.

“Tidak hanya makanan yang naik, barang elektronik yang berasal dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengalami kenaikan,” kata Cicin.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada bawang putih. Kalau cabai bawang memang sudah mengalami kenaikan, namun semenejak Januari kelangkaan mulai terjadi pada komoditi bawang putih. Namun demikian, pihaknya mengatakan stok bahan baku masih aman, hingga Maret 2020. Tapi dia tidak bisa menjamin harga bakal normal seperti sedia kala. “Kalau stok masih aman, tapi harga tetap tinggi,” jelas Cicin.

Menurutnya, saat ini Disdagin masih memantau harga bahan makanan yang ada di Kota Depok. Pihaknya mengaku sementara ini antisipasi masih pada ketersediaan bahan makanan. “Sementara kami memastikan stok komoditas aman, tapi masalah kenaikan harga itu bergantung pada stok yang tersedia,” jelas Cicin.

Antisipasi lain, pedagang diminta berkomunikasi dengan petani untuk memanfaatkan komoditi lokal. “Karena selama ini pedagang mendapat bahan baku dari distributor,” tegas Cicin. (rd)

 

Jurnalis : Tim Radar Depok

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

Membangun Kognisi Islami

  Oleh: K.H. A. Mahfudz Anwar Ketua MUI Kota Depok   SALAH satu aspek intelektual dalam dunia ilmu adalah dikenal dengan kognisi. Aspek

Read More...
bersama ulama bangun depok

Berrsama Ulama dan Santri, Idris-Imam Bangun Depok

MUNAJAT : Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat berdoa bersama pimpinan

Read More...
impro camper 3

Melihat Kreasi IMpro Camper Van Kota Depok : Siap Gandeng Pemkot, Patenkan Identitas (3-Habis)

KREATIF : Salah satu tim IMpro Camper Van saat duduk di dalam mini bus yang

Read More...

Mobile Sliding Menu