In Ruang Publik

artikel ketua RT

 

Oleh : Adhy Winawan

Ketua RT 9, RW1, Kelurahan Depokjaya, Kecamatan Pancoranmas
Kota Depok

Assalamualaikum wr.wb

MELALUI rubik Surat Pembaca ini perkenakan saya menyampaikan sedikit masukan kepada Pemerintah Kota Depok (“Pemda Depok”) beserta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok dan DPRD Depok guna menindaklanjuti kejadian penuhnya penumpang KRL Jabodetabek tadi pagi (Senin/23 Maret 2020). Kondisi yang demikian tentu sangat rawan dan membayakan bagi warga Depok yang kebetulan ada didalamnya. Dapat dibayangkan apabila hari ini ada 1 pekerja warga depok yg brkt terkena virus maka dia secara tdk langsung akan berisiko menularkan ke keluarganya di rumah. Sedangkan besok warga Depok pun masih harus berdesakan dengan KRL seperti ini dengan ancaman terkena Covid-19 tanpa disadari.

Saya mengapresiasi kebijakan dari Pemda Depok telah menerbitkan surat edaran walikota Depok terkait tindak lanjut pencegahan Covid-19. Hanya saja surat edaran ini pada praktiknya kurang berlaku efektif serta belum memberikan perlindungan bagi warga depok yang saat ini masih harus bekerja dimana perusahaan tempat mereka bekerja belum menerapkan kebijakan work from home (“WFH”). Oleh sebab itu, saya memohon kepada Pemda Depok dan DPRD Depok untuk secepatnya menyiasati kejadian tersebut dengan memberikan perlindungan aktif kepada warganya tersebut.

Terhadap kejadian itu alangkah bijak Pemda Depok dengan dukungan dari DPRD Depok untuk melakukan perlindungan kepada warga depok yang masih bekerja ditengah pandemic Cofid-19 yang melanda.

Perlindungan aktif tersebut dapat dilakukan dengan cara:

  1. Memberikan teguran/pernyataan kepada perusahaan tempat warga depok bekerja untuk memberlakukan WFH bagi warga sebagaimana surat edaran Walikota Depok. Mengingat Depok saat ini sudah menjadi kota transmisi lokal Covid-19;
  2. Berkoordinasi dengan PT KAI untuk membatasi penumpang yang menggunakan KRL di stasiun-stasiun. Dengan menyiagakan petugas-petugas (missal: Satpol PP) yang tegas untuk berperan aktif membatasi penumpang dilapangan;
  3. Menyiapkan transportasi umum baik bus/angkutan umum kota Depok sebagai tambahan armada bagi para pekerja warga Depol yang masih harus ke kantor saat ini. Misal dengan memberdayakan angkutan umum kota di Depok yg saat ini juga sepi penumpang sehingga bisa berperan aktif di kondisi darurat seperti ini;
  4. Apabila diperlukan dapat bekerjasama dengan TNI/Polri (Brimob) dengan memobilisasi truk-truk dari masing-masing kesatuan yang ada di wilayah Depok guna mengangkut para pekerja warga Depok yang masih harus ke kantor pada jam-jam sibuk supaya meminimalisir penumpukan penumpang KRL.

Saya paham hal tersebut bukan hal yang mudah, karena memerlukan koordinasi serta anggaran yang komprehensif dari semua pengambil kebijakan di Depok. Namun tidak dapat dipungkiri kebijakan yang efektif harus disegerakan sekarang juga guna meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19 yang salah satunya adalah dengan mencegah kondisi rawan terjadi lagi seperti tadi pagi.

Demikian yang bisa saya sampaikan sebagai warga depok jaya, mohon bantuan Pemda Depok beserta dukungan penuh DPRD Depok untuk dapat segera mendorong adanya suatu kebijakan yang agresif dari Pemda Depok kejadian diatas. (*)

Wassalam #dirumahaja #fightcovid19

 

 

 

 

 

 

 

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu