28 Suspek Korona di Depok Diswab

In Metropolis
crisis center depok dimulai
KOORDINASI : Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok Sidik Mulyono berkoordinasi dengan petugas jaga di ruang Crisis Center Korona di Lantai 5 Balaikota Depok, Rabu (4/3). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemkot Depok mulai menjalankan Crisis Center Corona, yang ada di Lantai 5 Gedung Balaikota Depok tepat di sebelah D’Core.

Perlu diketahui, Crisis Center Corona sudah beroperasi sejak Selasa (3/3) meski dari segi ruangan dan perlengkapan belum maksimal. Ruangan tersebut dibangun secara bertahap, kelembagaan sudah dibuat dan tersedia.

Juru Bicara Crisis Center Corona (C3) Kota Depok, Sidik Mulyono menyebutkan, pada ruangan C3 telah tersedia sejumlah peralatan penunjang. Di antaranya komputer dan alat komunikasi yang menghubungkan operator dengan masyarakat, maupun stakeholder lain.

“Kami siapkan dua orang operator di sini. C3 dibuat sebagai wadah bagi warga yang membutuhkan informasi, serta mengadukan kesehatannya terkait Korona,” ungkap Sidik kepada Radar Depok, Rabu (4/3).

Selain itu, tersedia juga ruangan bagi para awak media yang ingin meliput perkembangan Korona di Depok. Sidik menyebutkan, saat ini baru satu warga yang melaporkan kondisi kesehatannya yang mengarah pada suspek Korona ke C3 Kota Depok.

“Sudah ada satu orang yang melaporkan bahwa dia pernah berinteraksi langsung dengan pasien suspek Korona, dan mengalami gejala kesehatan mirip Korona,” ucap Sidik.

Meski begitu, pelapor tersebut sudah ditangani dan dalam tahap pengecekan tim medis. Sidik menegaskan, bagi masyarakat yang membutuhkan informasi atau penanganan Korona bisa menghubungi Call Center C3 Kota Depok dinomor 112 dan 119.

Tidak hanya itu, di C3 juga sedang membuat pemetaan orang dengan suspek Korona. Saat ini terdata baru 77 orang dinyatakan sebagai suspek Korona, mereka adalah orang-orang di Rumah Sakit Mitra Keluarga yang sempat bersentuhan langsung dengan dua warga Depok yang dinyatakan positif Korona.

“Sejauh ini baru 76 ditambah satu orang yang baru melapor, hari ini jadi 77 orang,” terang Sidik.

Orang yang dinyatakan suspek Korona, lanjut Sidik, sudah dirujuk ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Penanggulangan Penyakit (BBTKLPP) Kementerian Kesehatan untuk dicek kesehatannya dengan cara diSwab atau diambil air liurnya untuk mengetahui apakah ada virus Korona.

“Pengecekannya dilakuan bertahap, kemarin 11 orang, hari ini 28 orang yang sudah di Swab,” tutur Sidik.

Dia menjelaskan, dibutuhkan waktu paling cepat tiga hari dari awal Swab guna mengetahui hasil pengecekan tersebut. “Mudah–mudahan semua hasilnya bagus, tidak ada yang positif Korona,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini Kota Depok belum menetapkan Korona sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), karena masih menunggu perkembangan kesehatan suspek yang sedang ditangani Kementerian Kesehatan. “Semoga saja tidak jadi KLB, meski pemerintah memberikan sinyal–sinyal seperti KLB,” ucapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah membuat klinik kesehatan sementara di lokasi perumahan tempat tinggal pasien positif Korona, untuk mengecek kesehatan warga di lokasi tersebut. “Kita membuat klinik kesehatan di sana, klinik tersebut akan beroperasi selama 14 hari kedepan,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

koramil sukmajaya salurkan bantuan

Koramil Sukmajaya Suplai Sembako ke Warga

BANTUAN : Babinsa Koramil 03/Sukmajaya, membagikan sembako kepada warga yang membutuhkan. FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...
pendaftaran PPDB online depok

PPDB Jadi Kewenangan Tiap Daerah

MELENGKAPI BERKAS : Sejumlah siswa dan orang tua murid saat melengkapi pemberkasan dalam tahap Penerimaan

Read More...
PSBB Depok berlanjut

Depok Masih Tertinggi Positif Korona, Kab. Tasikmalaya Satu-satunya yang Nihil

DIBERI SANKSI : Petugas gabungan memberikan sanksi kepada pengendara sepeda motor yang masih nekat berboncengan

Read More...

Mobile Sliding Menu