semprot disinfektan di margonda
PENYEMPROTAN DISINFEKTAN : Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan Jalan Margonda Raya, Senin (23/3). Pemerintah Kota Depok melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan guna mengantisipasi penyebaran virus Korona. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM – Di tengah situasi pandemi virus Korona atau Covid-19, cairan disinfektan dianggap banyak orang bisa meminimalisir risiko infeksi.

Tak hanya menyemprotkan cairan ke permukaan benda yang berisiko menjadi sarang mikroorganisme penyebab penyakit, orang-orang mulai menggunakan cairan disinfektan dengan menyemprotkannya ke udara dan manusia.

Disinfektan memang ampuh untuk membunuh mikroorganisme penyebar penyakit. Namun, disinfektan mengandung senyawa kimia, sehingga dapat menimbulkan berbagai efek samping terhadap kesehatan manusia.

Melansir dari Occupational Safety and Health Control tentang penggunaan disinfektan, banyak bahan kimia dalam desinfektan bersifat korosif, toksik, atau iritasi.

Jika digunakan tidak sesuai intruksi atau tanpa perlindungan yang tepat, cairan ini bisa membahayakan nyawa manusia.

 

Berikut daftar bahan kimia yang biasa digunakan dalam desinfektan dan efeknya pada kesehatan:

1. Alkohol

Desinfektan biasanya mengandung komponen alkhol beruppa ethyl alkohol dan isopropil alkohol.

Bahan kimia ini bersifat mudah terbakar dan bisa menyebabkan infeksi kulit.

Paparan alkohol juga dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan berdampak negatif pada sistem saraf pusat.

 

2. Aldehida

Jika terhirup dalam konsentrasi tinggi, bahan kimia ini bisa menyebabkan keracunan dan iritasi pada manusia.

Formaldehida yang merupakan kelompok dari senyawa aldehida ini juga bersifat karsinogenik.

 

3. Klorin

Bahan kimia ini dapat menyebabkan iritasi dan luka bakar pada kulit.

Jika bereaksi dengan asam kuat, bisa menimbulkan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan.

 

4. Iodine

Konsentrasi iodine yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit.

 

5. Oksidator

Larutan peroksida pekat bisa bersifat reaktif dan eksplosi.

Bahan kimia ini juga bersifat iritan dan dapat menyebabkan luka bakar kimiawi pada kulit atau mata.

 

6. Fenol

Fenol dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata.

Bahan kimia ini bisa membahayakan manusia jika terhirup, tertelan atau terpapar pada kulit.

 

7. Etilena oksida

Etilena oksida sangat mudah terbakar dan eksplosif.

Bahan kimia ini juga dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan.

Jika terhirup, bahan kimia ini bisa meracuni saluran pernapasan dan bersifat karsinogen.

 

Penanganan

Jika terjadi kondisi darurat karena bahan kimia dalam desinfektan, lakukan pertolongan pertama berikut ini:

Jika tak sengaja tertelan, segera kumur dengan air bersih.

Saat terhirup, pindahkan korban ke lokasi yang memiliki ventilasi udara yang baik. Lalu, berikan napas buatan atau CPR dari mulut ke mulut jika korban sulit bernapas atau mengalami henti napas.

Jika terkena kulit, bilas kulit dengan air bersih sebanyak mungkin minimal 15 menit dan lepas pakaian yang telah terkontaminasi.

Jika terkena mata, bilas dengan air bisa minimal selama 15 menit. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya