Abdul Harris Serap Aspirasi Warga Pondok Petir-Rawa Denok

In Politika
reses abdul haris bobihoe
DEKAT : Anggota DPRD Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe selepas menggelar reses, di Jalan H Kimah, RT7/1, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kamis (5/3). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota DPRD Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe sepanjang Kamis (5/3), menghabiskan waktu di Kota Depok. Ia menggelar reses ke II Tahun Sidang 2019-2020.

Politikus Gerindra ini mengunjungi dia titik. Jalan H Nur Ali, RT1/9, Kelurahan Pondok Petir, Bojongsari dan Kampung Rawa Denok, Jalan H Kimah, RT7/1, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas.

Sesuai namanya, kunjungan ini sebagai bentuk mendengar aspirasi dari daerah pemilihannya (Dapil). Di Pondok Petir, sejumlah persoalan kemasyarakatan ia tampung.

Harris mengatakan, di lokasi tersebut, warga memkinta adanya perbaikan menyoal administrasi kependudukan. Mengingat, disana RW0nya baru saja pisah. Pemekaran. “Tentu ada butuh perapihan-perapihan,” ungkapnya kepada Radar Depok.

Kemudian, ada pula hal-hal teknis yang disampaikan. Persoalan sanitasi misalnya. Kata Harris, warga kampung mengeluhkan adanya buangan air dari sebuah perumahan.

“Kalau ini perlu pemecahan bersama dengan pengembang perumahan dan pemkot,” ujar Anggota Komisi 3 DPRD Jawa Barat ini.

Masih soal sanitasi, ia melihat perlu intervensi anggaran cepat. Karena memang sudah urgensi. Makanya ia melihat, bila mengandalkan APBD, prosesnya akan lama. Baru tahun depan. “Makanya akan saya coba tanya ke Bank BJB, misalkan ada potensi untuk bantuan dari CSR,” ucapnya.

Kemudian, tak jauh berbeda saat ia mendengar aspirasi warga Rawa Denok. Ia menyoroti pendidikan. Tentang SMA masih berbayar. Kemudian kesulitan untuk pendaftaran masuk sekolah.

“Inilah yang menjadi persoalan. Dan ini merupakan masukan yang bagus sekali. Kami akan coba teliti lagi tentang teknik dari pendaftaran murid baru,” beber dia.

Kemudian tentang kesehatan. Yaitu keluhan tentang BPJS, tentang bagaimana pelayanan rumah sakit terhadap pasien-pasien BPJS. Makanya, kata dia, DPRD Jawa Barat akan mencari jalan keluar untuk pendekatan terhadap kesehatan.

“Masyarakat ditekankan pada tempat-tempat seperti Puskesmas dan rumah sakit umum. Insya Allah akan programkan setiap kecamatan itu satu Puskesmas rawat inap di 11 kecamatan,” terangnya.

Selain juga, sambungnya, di setiap kota/kabupaten di Jawa Barat harus ada satu rumah sakit umum daerah (RSUD). Fungsinya, jangan cuma mengobati, tapi harus juga melakukan upaya pencegahan.

“Pencegahan orang agar tidak sakit, dan pelayanan kesehatan, seperti sanitasi. Ini memang berhubungan sekali karena sangat teknis agar mencegah masyarakat tidak sakit atau tertular. Sanitasi kita buat agar jangan sampai masyarakat buang air sembarangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT7/1 Rangkapanjaya Baru, Khairil Anwar menuturkan, wilayahnya mengeluhkan saluran air yang kurang bagus. Hal ini akan menjadi masalah, bila curah hujan sedang tinggi.

Selain juga, persoalan ketersediaan infrastruktur. Sarana olahraga misalnya. Saat ini, sudah ada satu lapangan serba guna. Namun itu merupakan murni dari swadaya masyarakat. “Mudah-mudahan keinginan warga dapat terealisasi. Terima kasih kunjungannya Pak Harris,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Junior Williandro

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ridwan kamil dari samping

Now You Can Use Google Meet For Free

Today’s your lucky day because Google has just announced that its premium video conference tool, Google Meet, is going

Read More...
warga tidak dapat sembako demo

Pembagian Sembako Dinilai Tidak Adil, Ketua RT di Sukamaju Didemo Warga

DIDEMO WARGA : Warga saat menyatroni salah satu kediaman panitia penyebaran paket sembako di Kampung

Read More...
Anggota DPR RI, Intan Fauzi

Intan : Lakukan Pemutakhiran Data Penerima Bansos

Anggota DPR RI, Intan Fauzi.   RADARDEPOK.CMO, DEPOK - Anggota DPR RI, Intan Fauzi meminta pemerintah melakukan

Read More...

Mobile Sliding Menu