Akhir Pekan, Punya Rencana Apa

In Ruang Publik

 

Oleh: Moch Ikmaluddin

Lulusan S1 dan S2 Institut PTIQ Jakarta. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam

 

AKHIR adalah hari yang dinanti-nanti oleh setiap orang. Terlebih lagi jika setiap harinya penuh dengan aktifitas. Orang tua sibuk bekerja, kakak sibuk dengan sekolahnya, begitu juga dengan sang adik.

Oleh karena itu, tak jarang masing-masing orang sudah punya rencana di saat weekend. Acaranyapun bermacam-macam. Ada yang mee time, kopdar, arisan, kondangan, reunian, sampai liburan ke luar kota. Pokoknya, bagaimana caranya sejenak tidak memikirkan tugas dan pekerjaan. Maunya nyantai, reefreshing.

Pertanyaannya, apa betul setelah weekend  bisa freesh lagi, semnagat lagi. Nyatanya tidak begitu. Alih-alih tambah semangat. Yang ada hari seninnya nampak letih, lesu, bahkan  ngedrop. Sampai izin tidak masuk kerja. Anak-anak yang sekolah juga kecapaian. Akhirnya tidak masuk sekolah.

Terus bagaimana solusinya. Begini, begini! Menurut saya, kondisi orang beda-beda. Kebutuhan orang saat weekwnd juga tidak sama. Maka mengisi weekend perlu pertimbangan, tidak serampangan.

Kondisi pertama. Jika sepekan kita merasa bosan, jenuh dengan rutinitas. Maka isi weekend dengan jalan-jalan. Ajak anak, istri. Bisa ke pantai, ke gunung atau ke ruang terbuka hijau. Misalnya ke taman. Namun kondisi ini juga rawan “konflik”. Bagaimana tidak, suami pengennya di rumah, istri dan anak penegn keluar rumah. Maka perlunya komunikasi dalam keluarga. Suami sebagai kepala harus bijak. Ibarat nahkoda, suami harus lihai membaca arah angin. Dari mana datangnya ombak dan mengarhkan kemudi.

Kondisi ke dua. Jika sepekan beraktifitas membuat badan terasa lelah, capek. Tandanya kita perlu istirahat. Manfaatkan weekend untuk beristirahat. Abaikan dulu beres-beres rumah, nyuci dan aktifitas-aktifitas  yang melibatkan fisik. Apalagi dengan kondisi sekarang, Benyebaran virus dan penyakit lebih rentan kepada orang yang daya tahan tubuhnya lemah. Kalau ada gejal sakit, segera periksa ke dokter. Makan makanan yang sehat.

Kondisi ketiga. Jika Sebutkan kita merasa hati kita keras dalam berorganisasi malas ibadah hati kita sedang terkena virus hati maka solusinya adalah Tafakur mendekatkan diri kepada Ilahi datangi orang tua atau orang-orang Saleh kalau perlu orang yang meninggal kuburan ikut menguburkan Biar hati kita tidak keras mudah menerima masukan.

Kondisi ke empat. Kalau sepekan itu motifasi kerja dan kinerja kita menurun, mentok tidak ada gagasan baru, tidak ada inovasi dalam kerja. Itu tandanya kita berada pad titik jenuh.

Maka gunakan weekend untuk upgrading diri. Ikut pelatihan, ikut seminar. Kalau perlu ikut kursus. Bisa juga mengunjungi perpustakaan. Kemudian implementasikan hasil bacaan kita. Bisa juga field trip sambil jalan-jalan. Dijamin awal pekan anda lebih semangat dan lebih produktif. Karena hadir dengan gagasan dan ide baru.

Walhasil, jadi kita mengisi weekend dengan tepat. Maka akan meningkatkan kinerja kita meningkatkan profesionalitas dan kreativitas. Pengaruhnya bisa kita rasakan sendiri,  lembaga dan perusahaan tempat kita bekerja.

Namun sebaliknya kalau kita salah dalam mengambil dan mengisi -misalnya kita sedang perlu istirahat- namun kita gunakan untuk bepergian ke luar kota. Sekalipun itu alasannya adalah liburan. Atau kita mentok dalam kreativitas, tidak semangat dalam bekerja, perlu trobosan dan gagasan-gagasan baru, namun weekend hanya kita gunakan untuk istirahat di rumah saja, tentunya tidak akan dapat hasil yang maksimal.

Ataupun kita merasa “kering spiritul”, malas ibadah, hanya mengejar dunia, lupa kampung akhirat. Itu tandanya ada yang tidak beres dalam diri kita. Solusinya, kunjungi orang tua, minimal menelfon. Berkumpul dengan orang solih, atau menjenguk yang sedang terkena musibah. Mudah-mudahan hati kita jadi luluh, lembut dan mudah menerima masukan.

Namun kalau tidak tepat dalam mengisi weekend, yang terjadi muncul sindrom “I don’t likemonday”. Hari Senin bak  momok yang sangat menakutkan. Karena membayangkan setumpuk pekerjaan yang perlu diselesaikan, tantangan-tantangan yang butuh kreativitas. c laknya kondisi kita tidak siap menghadapinya. Lebih parah lagi kalau kita sampai tidak masuk di awal pekan!

Bayangkan kalau kita tidak masuk di awal pekan berapa kerugian material maupun non material yang ditimbulkan. Misalnya kita tidak bisa menyelesaikan tugas. Kalau kita sebagai pimpinan, berapa orang yang terkendala hajatnya. Misal sebagai sesama karyawan, pekerjaan kita akan digantikan oleh orang lain. Sedangkan mereka juga harus menyelesaikan tugas mereka sendiri. Kalau kita guru, dosen, bahkan coach, berapa murid kita yang tidak dapat pengetahuan baru, tidak dapat arahan dan motivasi!

Oleh karena itu, mari kita manfaatkan weekend sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Bukan apa yang kita inginkan. Salam sukses. (*)

You may also read!

Bank mandiri berbagi sembako 1

Mandiri Group Donasi Kemanusiaan Rp 10 Miliar

BERBAGI : Jajaran Bank Mandiri Area Depok bersama warga yang menerima paket sembako serta uang

Read More...
Kolak

5 Aneka Hidangan Berbuka Puasa di Berbagai Negara

RADARDEPOK.COM - Berpuasa di bulan Ramadan, bukan hanya tentang menjalani kewajiban. Tetapi, ada hal menarik di dalamnya, yakni menu

Read More...
ilustrasi virus korona baru

Kota Bekasi dan Depok Terbanyak Positif Korona di Jawa Barat

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Melansir dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar), Kota Bekasi dan

Read More...

Mobile Sliding Menu