Bang Has : Pemimpin Depok Harus Visioner

In Politika
hasbullah pemimpin depok
BANTUAN : Anggota DPRD Jabar, HM. Hasbullah Rahmad saat memberikan bantuan ke PKK di sela reses di Kampung Bendungan, RT03/06 Kelurahan/Kecamatan Cilodong baru-baru ini. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Meski menyatakan tidak maju dalam Pilkada 2020. Politikus PAN, HM. Hasbullah Rahmad berharap kontestasi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok dapat melahirkan pemimpin yang memiliki visi terkonsep untuk menata kota.

“Pemimpin Depok kedepan, tentu harus yang punya visi dan terkonsep agar tatakota Depok dapat lebih baik dan tidak semrawut,” kata Hasbullah kepada Radar Depok usai menggelar reses di Kampung Bendungan, RT3/6 Kelurahan/Kecamatan Cilodong, baru-baru ini.

Berbicara tentang pembangunan, sambung Ketua Badan Kehormatan DPRD Jawa Barat ini, sumber anggaran sebenarnya tidak hanya melalui APBD kota saja. Sebab, bisa menggali dari APBD provinsi, APBN melalui kementerian, serta pihak swasta.

“Saya kira harus inovatif agar Depok makin maju kedepannya,” sambung Bang Has, sapaannya.

Ia mengungkapkan, dengan dibangunnya sejumlah ruas tol di Depok, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, nilai jual tanah dan investasi, jika ditangkap menjadi sebuah peluang oleh calon-calon pemimpin yang muncul di Pilkada 2020.

“Saya kira memang harus punya visi (pemimpin Depok), sebab Depok kan metropolitan, Jabodetabek ini kan masuk kawasan stategis nasional. Jadi, kepala daerah di Jabodetabek ini harus yang inovatif dan visioner,” ungkapnya.

Sebab, Bang Has melanjutkan, pemimpin di wilayah Jabodetabek tersebut harus mengikuti perkembangan nasional dan DKI Jakarta, di mana perkembangan dan perputaran ekonomi di Indonesia berada di Jakarta.

Ia menilai, Depok pun harus mendapat dampak positifnya dari sini, misalnya jika pemerintah membangun LRT dari Jakarta sampai Cibubur dan dari Cibubur akhirnya ke Bogor, Depok pun harus meminta dibelokan dari Cibubur ke Margonda.

“Itu kan moda transportasi publik. Kemudian, Jalan Raya Sawangan, jika dilebarkan dua kali lipat, saya kira pengusaha berani untuk membangun apartemen dan mal seperti di Margonda, karena infrastrukturnya memadai. Namun, saat ini orang tentu akan berfikir dua kali, macetnya di mana-mana,” paparnya.

Bang Has menambahkan, pemimpin juga harus bisa berkomunikasi dengan baik, untuk melobi pemerintah provinsi maupun pusat. Sebab, sumber pembiayaan itu, dapat dibantu APBD provinsi maupun APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU), serta program kementerian.

“Jika ini dimaksimalkan, seluruh keran pembiayaan (di lobi), saya rasa Depok akan lebih cepat majunya. Jadi harus punya pemimpin yang komunikatif dan punya konsep atau visi,” pungkas Bang Has. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

tarif listrik PLN

Tarif Listrik Indonesia Termurah Keempat di Asia Tenggara, Berikut Daftarnya

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Beberapa hari ini, banyak pelanggan yang mempertanyakan adanya tagihan listrik yang tiba-tiba naik

Read More...
SMAN 10 Depok berbagi sembako

SMAN 10 Depok Berbagi Paket Sembako

BERBAGI : Kepala SMAN 10 Depok, Siti Faizah (kiri) memberikan paket sembako kepada siswa dan

Read More...
ilustrasi pemeriksaan suhu badan pengendara

Begini Batasan Operasional Kendaraan di PSBB Jawa Barat

ILUSTRASI : Petugas memeriksa suhu tubuh pengendara saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna percepatan

Read More...

Mobile Sliding Menu