tip top batasi belanja
RAMAI: Pusat Perbelanjaan Tip Top di Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya  mulai diserbu pelanggan akibat mewabahnya Virus Korona atau Covid-19, Selasa  (17/3). FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
tip top batasi belanja
RAMAI : Pusat Perbelanjaan Tip Top di Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya  mulai diserbu pelanggan akibat mewabahnya Virus Korona atau Covid-19, Selasa  (17/3). FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jangan heran bila beli beras, gula dan minyak sudah tidak boleh banyak di warung modern. Contohnya, di pusat perbelanjaan Tip Top, Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (17/3). Pelanggan hanya dibolehkan membeli 2 kilogram gula, 10 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Menurut Store Manager Tip Top Depok, Sulaeman mengatakan, belakangan trafik pembelian memang meningkat terlebih saat isu Korona berkembang di Kota Depok. “Trafik pembelian meningkat, tapi masih dalam kondisi wajar,” kata Sulaeman kepada Radar Depok, Selasa (17/3).

Dia juga mengatakan, yang dibeli para konsumen juga masih dalam batas wajar belum mencapai batas aneh. Tapi, bila sudah terlapau banyak Tip Top juga memberlakukan pembatasan belanja, bagi para konsumen. “Kami batasi untuk pembelian gula pasir maksimal 2 kilogram, beras 10 kilogram, minyak goreng 4 liter, dan mie instan 2 karton,” ucap Sulaeman.

Sementara itu, untuk komoditi lain pihaknya membatasi sesuai dengan persediaan toko. “Kalau yang lain kita batasi sesuai adanya barang,” tegas Sulaeman.

Sedangkan, untuk Hand Sanitizer pihaknya masih menunggu pasokan dari distributor, begitu juga dengan masker. “Kalau Hand Sanitizer, dan masker biasanya sekali datang langsung habis. Karena saat ini masyarakat paling mencari barang tersebut,” tukas Sulaeman.

Salah satu konsumen Tip Top, Hanita Yulia mengatakan, dia memang sengaja belanja di Tip Top, terlebih setelah ada anjuran pemerintah untuk diam di rumah selama 14 hari. “Kami belanja memang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Jadi kalau persediaan bahan makanan aman kan kita tak perlu keluar rumah lagi,” ujar Hanita.

Terpisah, stok gula pasir di Depok juga tengah mengalami gangguan. Pantauan Radar Depok di sejumlah pasar tradisional, terjadi kelangkaan gula pasir khususnya jenis gula pasir kemasan, sekalinya ada gula curah harganya mulai naik lagi.

Salah satu pedagang di Pasar Agung, Kecamatan Sukmajaya, Agus  mengatakan, kelangkaan gula pasir kemasan sudah terjadi sejak dua minggu belakangan. “Udah dua minggu kita gak kebagian gula kemasan, kata suplayer sih karena gagal panen,” ujar Agus kepada Radar Depok.

Dia mengungkapkan, saat ini yang tersedia di toko miliknya hanya gula pasir curah. Harganya pun mengalami kenaikan sebesar Rp4.000 sejak seminggu lalu. “Sebelumnya Rp13.000 perkilo, sekarang saya jual Rp17.000,” tutur Agus.

Senada, Jubaedah pedagang di Pasar Cisalak, Cimanggis, mengatakan stok gula kemasan juga kosong di sana, sejak seminggu lalu. “Di sini gula kemasan kosong, adanya gula curah,” tuturnya.

Untuk harga gula curah di Pasar Cisalak juga mengalami kenaikan sebesar Rp3.000. “Harga sebelumnya Rp14.000, sekarang udah Rp17.000,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Anim Mulyana membenarkan kelangkaan gula kemasan di Depok. “Iya memang saat ini gula kemasan sedang langka, adanya gula curah,” tuturnya.

Dia menjelaskan, kelangkaan gula kemasan diakibatkan petani gula yang mengalami gagal panen karena musim hujan yang berkepanjangan. “Gula gagal panen. Sekalinya bisa panen jumlahnya sedikit dan kualitasnya kurang bagus,” tuturnya.

Menurutnya, harga gula curah lebih mahal daripada gula kemasan, alasannya kualitas gula curah lebih bagus. Selain itu, rasanya lebih manis karena proses penyaringannya tidak sebanyak gula pasir kemasan. “Kenaikan gula curah juga dipengaruhi kosongnya gula kemasan,” jelasnya.

Dia menambahkan, kelangkaan gula kemasan ini tidak hanya terjadi di Kota Depok, tetapi juga di seluruh Indonesia. Karena, dari informasi yang didapat, stok gula kemasan di gudang Bulog juga kosong. “Tapi infonya pemerintah akan melakukan impor gula untuk mengatasi kelangkaan ini,” pungkasnya.(rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra), Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya