pembelaan tukang ayam
HUKUM: Andi Mardiansyah didamping kuasa hukum untuk menghadapi persidangan di Pengadilan Negeri Depok. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
pembelaan tukang ayam
HUKUM : Andi Mardiansyah didamping kuasa hukum untuk menghadapi persidangan di Pengadilan Negeri Depok. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dituntut selama 20 tahun penjaraq karena tuduhan pembunuhan berencana, terdakwa pembunuhan tukang ayam Andi Mardiansyah alias Boncu menyatakan pembelaan pribadi secara tertulis.

Dalam keterangannya, Boncu mengatakan, pihaknya meminta agar majelis hakim mau mempertimbangkan keputusan yang akan diambil. Dia juga mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya. Apalagi pihaknya tidak pernah berhadapan dengan hukum sebelumnya, dan mengaku menyesal telah melakukan tindakan yang melawan hukum.

“Ini tindakan saya yang pertama, saya harap majelis hakim mau berbaik hati mempertimbangkan hukuman,” kata Andi Mardiansyah.

Andi Mardiansyah mengaku, meminta maaf kepada keluarga korban, sehingga menyebabkan hilangnya nyawa korban.

“Saya meminta maaf kepada keluarga korban, saya dan keluarga berjanji akan bertanggung jawab terhadap anak korban,” kata Andi Mardiansyah.

Kuasa Hukum Andi Mardiansyah, Andi Tatang mengatakan, kliennya dirasa tidak ada niat untuk melakukan pembunuhan berencana. Menurutnya, sebagai tukang daging memang pisau menjadi alat utama memotong daging, sehingga tidak ada rencana sedikitpun membunuh korban.

Korban sebelumnya sempat mengajak pelaku untuk menagih uang ayam sebelum peritiwa pembunuhan itu terjadi.

“Menurut saya tidak ada unsur perencanaan, karena pisau merupakan alat yang harus dibawa sehari-hari bagi penjual daging,” kata Tatang.

Perlu diketahui, Selasa (27/8) malam sekira pukul 21:00 WIB, pria yang kesehariannya berkerja sebagai tukang antar ayam, Hasbulah ditemukan tak bernyawa dengan cara sadis, Rabu (28/8). Mengenakan jeans hitam jasadnya ditemukan di Jalan Bango RT3/RW3 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo. Sementara sidang akan dilanjutkan pada Kamis (2/4). (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya