anak pradi di spanyol
Devitha Pradinda.
anak pradi di spanyol
Devitha Pradinda.

 

DEPOK – Hampir sepekan ini, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menjalani rutinitas pekerjaan di rumah. Imbas virus Korona yang makin ganas, sementara ini ia tak bisa berkantor di Balaikota Depok. Pun juga dengan kegiatan-kegiatan di masyarakat. Off dulu.

“Saat ini pekerjaan semua dilakukan dengan jari. Lewat sambungan ponsel atau daring (online),” ungkapnya, saat ditemui di kediamannya, Jumat (27/2).

Ada satu yang mengganjal di pikirannya. Putri ketiganya, Devitha Pradinda (22) sedang berada di jauh dari rumah. Sudah tiga tahun ini, Devitha bermukim di Spanyol, tepatnya di Kota Las Palmas. Ia tengah menempuh pendidikan di Conservatorio de Musica de Las Palmas. Spanyol boleh dibilang sebagai negara tedampak korona terparah di Eropa.

“Dia sekolah musik. Sebelumnya sudah lulus sekolah bahasa,” ucap Pradi.

Radar Depok, berhasil berkomunikasi dengan Devitha. Lewat sambungan ponsel. Vitha-sapaannya-mengaku jika sudah 16 hari berdiam diri di rumah. Sesuai anjuran pemerintah setempat. Lockdown. Dirinya bersama sekitar 30 Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya.

“Kami berada di dalam satu rumah. Tidak bisa kemana-mana,” katanya.

Pemerintah Spanyol memang memberlakukan sikap tegas dalam pemberantasan korona. Kata Vitha, bagi ada warga yang kedapatan keluar rumah ada sanksi denda yang cukup besar. 200 euro atau sekitar Rp2 juta.

Namun demikian, khusus lokasi tertentu, masyarakat masih bisa menyambangi. Antara lain, supermarket, apotek, dan bank. Ke supermarket pun dibatasi. Cuma boleh lima orang. “Makanya kalau ke supermarket bisa antre panjang,” jelasnya.

Ia menuturkan, sama seperti di Indonesia, dirinya juga menempuh pendidikan secara daring. Ini yang dikeluhkan. Sebab tugas yang diberikan kampus justru lebih banyak, ketimbang jika menempuh pendidikan secara langsung.

“Mereka (kampus) panik. Namun lama-lama sadar, kalau pemahaman lockdown itu untuk menjaga diri. Bukan untuk buat pekerjaan rumah,” terangnya lagi.

Dirinya menerangkan bila kondisi di Spanyol dalam menghadapi korona sangat jatuh bangun. Rumah sakit penuh menerima pasien yang terus bertambah. Makanya sebagai bentuk dukungan, setiap pukul 7 malam, seluruh warga Spanyol kompak berdiri di balkon kediaman masing-masing. Mereka bertepuk tengan serentak. “Itu wujud dukungan kepada tenaga medis disini,” papar dia.

Lebih lanjut, dirinya memuji langkah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang kerap menanyakan kondisi WNI di Spanyol, kalangan mahasiswa seperti dirinya. Kata dia, meski melakukan lockdown, warga Kota Las Palmas merasa tidak terlalu merasakan efeknya. Berbeda mungkin dengan kota besar lain, seperti Madrid, Barcelona, atau Valencia.

“Las Palmas jauh dari pusat kota besar. Kami kerap melaporkan kondisi diri ke KJRI,” ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini di Las Palmas sedang musim hujan yang disertai salju. Mestinya Maret ini, cuacanya panas. Mungkin karena efek perubahan iklim. “Saya harus menjaga diri supaya tetap sehat,” tandasnya.

Tentu sebagai orang tua dengan anak posisi anak berbeda benua, Pradi merasa khawatir. Setiap hari pasti menyempatkan untuk menanyakan kondisi putrinya itu.

“Saya hanya banyak berdoa. Dan berpesan kepada dia untuk mematuhi segala aturan yang diberlakukan pemerintah setempat,” terang dia. Untuk warga Depok, dirinya juga meminta untuk tetap berada di rumah. Jangan berpergian bila tak ada kebutuhan mendesak.

 

pradi ambil APD
JEMPUT BOLA : Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna bersiap menuju ke Kementerian Kesehatan RI, guna mengambil bantuan sebanyak 50 unit Alat Pelindung Diri (APD), Jumat (27/3). Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto memberi tambahan APD untuk Kota Depok. FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

 

Pradi Ambil Tambahan APD 

Lebih jauh, dirinya juga mendapat kabar gembira dari Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto. Kota Depok mendapat tambahan sebanyak 50 unit Alat Pelindung Diri (APD). Jumlah itu diluar bantuan pusat yang sebelumnya sudah disalurkan ke Pemprov Jawa Barat.

“Saya ambil sendiri bantuan ke Kementerian Kesehatan. Nanti akan saya salurkan sendiri ke Puskesmas. Ini saya sudah sering kontak dengan beliau (Menteri Kesehatan). Melaporkan segala kondisi tentang korona di Kota Depok,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Junior Williandro

Editor : Pebri Mulya