cikungunya di pancoranmas
DIASAPI : Lingkungan RT3/3 Kelurahan Rangkapanjaya Baru, sedang melakukan fogging demi mengantisipasi chikungunya. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
cikungunya di pancoranmas
DIASAPI : Lingkungan RT3/3 Kelurahan Rangkapanjaya Baru, sedang melakukan fogging demi mengantisipasi chikungunya. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Puluhan warga di RT3 dan 7 RW3 Parung Bingung Kelurahan Rangkapanaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoranmas Kota Depok terpaksa jalan merangkak. Sejak dua pekan, di wilayah tersebut terjangkit Chikungunya yang berasala dari gigitan nyamuk aedes aegepty.

Ketua RT7/3 Kelurahan RJB, Komarudin mengatakan, wabah chikungunya sudah merebak di wilayahnya sejak dua pekan silam. Tercatat lebih dari 10 warganya terserang chikungunya yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypty.

“Dua pekan silam banyak warga kami yang terjangkit chikungunya bahkan jumlahnya lebih dari sepuluh orang. Sekarang chikungunya¬† kewilayah RT3/3,” kata Dokang -sapaan akrab Komarudin-.

Dia menambahkan, meskipun wabah chikungunya sudah agak mereda di wilayahnya. Pihaknya tetap melaksanakan aksi pengasapan (Fogging), guna memastikan semua penjuru wilayah terbebas dari wabah chikungunya. “Kami sudah melaksanakan fogging beberapa hari silam untuk mengusir nyamuk Aedes Aegypty,” ucapnya kepada Radar Depok, Senin (30/03).

Terpisah, Ketua RT3/3 Kelurahan RJB, Rohmat HN memastikan, akan melakukan fogging di wilayahnya, lantaran telah diketahui sejumlah warga positif terkena chikungunya. “Kami warga RT3/3 sudah sepakat melakukan fogging secara mandiri untuk meminimalisir merebaknya wabah Chikungunya,” kata Rohmat.

Sejauh ini, kata Rohmat sudah lebih dari lima orang warga RT3/3 yang terjangkit wabah chikungunya. Dan sampai sekarang masih ada beberapa warga yang belum sembuh.

“Ada sekitar lima orang yang sudah terkena chikungunya, dan wabah ini sepertinya masih berkutat di wilayah kami. Jumlah warga terjangkit chikungunya terus bertambah,” jelas Rohmat.

Warga RT3/3 Kelurahan RJB yang terkena chikungunya, Mas Pudin mengaku, sudah lebih dari lima hari tidak bisa beraktifitas lantaran semua persendian terasa nyeri, dan bengkak. Bahkan , dia sempat beberapa hari tidak bisa bangun. Apalagi berjalan.

“Saya dua hari enggak bisa bangun, semua persendian sakit, dan nyeri, sekarang udah hari ke enam dan saya sudah mulai bisa bangun dan berjalan meski secara pelan pelan,” ujarnya.

Menyikapi hal ini, sejumlah warga meminta kepada pengurus lingkungan, agar secepatnya menanggulangi wabah chikungunya supaya tidak merebak kesemua rumah warga.

“Harus cepat di fogging kalau tidak korban akan lebih terus bertambah,” pinta Parsino warga RT3/3. (rd/tul)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya