DEEP Bahas Simulasi Pencoblosan Radar Depok : Prediksi Peluang Paslon Pilkada Depok, Lihat Lima Sisi

In Politika
Direktur Democracy Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi
Direktur Democracy Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi.

 

Simulasi pencoblosan yang dilakukan Radar Depok dinilai menarik dan menjadi bahan bagi Democracy Electoral Empowerment Partnership (DEEP) untuk memprediksi  peluang pasangan calon di Pilkada Kota Sejuta Maulid pada 2020.

Laporan : Ricky Juliansyah

RADARDEPOK.COM – Melihat hasil simulasi tingkat elektabilitas tokoh-tokoh politik yang berpeluang diusung menjadi Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Depok Pilkada Depok 2020 sangat menarik. Sehingga, Direktur DEEP, Yusfitriadi mau meluangkan waktu untuk menganalisa hasil simulasi pencoblosan Radar Depok.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Yus ini, hal itu dapat dilihat dari lima sisi. Pertama, kader PKS atau tokoh pernah menjadi Kader PKS menjadi tokoh terbanyak yang dipilih masyarakat Depok pada simulasi terebut.

Dalam simulasi tersebut minimal ada lima tokoh politik yang bersentuhan dengan PKS, sebut saja Muhammad Idris (Incumbent). Walaupun bukan kader PKS, namun dalam Pilkada tahun 2015 diusung full PKS. Imam Budi Hartono, Farida Rachmayati dan Moh. Hafidz Nasir merupakan tokoh PKS yang muncul hasil dari Pemilu Raya PKS Kota Depok.

“Selanjutnya, Bayu Adi Permana merupakan tokoh politik yang besar dengan PKS. Namun, saat ini menjadi ketua GARBI Chapter Kota Depok, yang kemungkinan akan menjadi tokoh penting pada GELORA, partai baru sempalan dari PKS,” kata Kang Yus.

Kedua, Incumbent masih di posisi cukup kuat, baik Walikota Muhamad Idris maupun Wakil Walikota Pradi Supriatna merupakan tokoh politik yang mendapatkan posisi elektabilitas sangat tinggi, di mana dalam simulasi Calon Walikota 2020 Muhammad Idris memperoleh 159 dan Pradi memperoleh 171 Suara.

Berbeda dengan simulasi Calon Wakil Walikota, Pradi memperoleh 123 Suara dan Yeti Wulandari memperoleh 102 Suara. Sedangkan Muhammad Idris memperoleh 71 suara. Suara tertinggi pada simulasi calon wakil walikota dua-duanya dari kader Partai Gerindra.

Ketiga, partai besar tidak kuat di Kota Depok. Partai pemenang Pemilu 2019 secara keseluruhan, yaitu PDIP dan partai lainnya, yaitu Partai Golkar tidak memiliki calon kuat yang akan diusung pada Pilkada Kota Depok 2020.

“Kader PDIP Afifah Alia baik pada simulasi calon Walikota Maupun Calon Wakil Walikota mendapatkan suara dibawah 30. Begitu pun Farabi El Fouz yang merupakan kader Partai Golkar Kota depok, baik pada simulasi Calon Walikota maupun Calon Wakil Walikota hanya memperoleh suara 75 dan 72, lebih baik dibandingkan kader PDIP,” papar Kang Yus.

Keempat, yang sangat menarik adalah kader Gerindra, Yeti Wulandari, ketika Pemilu 2015 informasinya mengurungkan niatnya untuk maju Pilkada mendapatkan suara sangat tinggi pada simulasi calon wakil walikota.

“Menariknya adalah apakah Gerindra akan mengusung 2 kadernya, atau Yeti akan keluar dari partai Gerindra ketika ada yang meming sebagai calon Wakil Walikota,” ungkapnya,

Kelima, Tidak satupun kader struktural PKS yang mendapatkan suara sangat signifikan, termasuk tokok-tokoh politik yang keluar sebagai pemenang pada Pemira PKS Kota Depok. Di sisi lain, PKS merupakan partai pemenang di Kota Depok pada Pemilu 2019 silam.

Malah yang mendapatkan suara cukup lumayan diraih mantan kader PKS Bayu dan Muhammad Idris yang katanya bukan dari internal partai berlambang bulan sabit kembar tersebut.

“Sangat mungkin hal ini disebabkan oleh konflik di tubuh PKS yang sangat kuat. Bahkan tidak terselesaikan sampai harus melahirkan partai baru,” ujarnya.

Dengan pemetaan tingkat elektabilitas tokoh-tokoh politik di atas, maka beberapa prediksi pasangan calon yang akan meramaikan bursa pasangan calon pada Pilkada Kota Depok tahun 2020, prediksinya, pertama Pradi Supriatna Berpasangan dengan Afifah Alia, Karena dipaksakan partai Tingkat Pusat, atau Pradi Supriatna berpasangan dengan Hasbulla. Bahkan, bisa juga Pradi Supriatna berpasangan dengan Farabi El Fouz.

Kedua, Mohammad Idris Berpasangan dengan Yeti Wulandari atau Muhammad Idris berpasangan dengan Hasbullah, atau Muhammad Idris Berpasangan dengan Bayu Adi Permana. Dan ketiga, Hafidz Nasir berpasangan dengan Yeti Wulandari, atau Hafid Nasir berpasangan dengan Farabi El Fouz atau HAfidz Nasir berpasangan dengan Hasbullah.

“Walaupun saat ini, komunikasi partai-partai masih terus dikristralkan oleh masing-masing kekuatan simpul politik. Hasil komunikasi politik tersebut tentu saja akan membentuk koalisi partai politik pengusung pasangan calon walikota dan wakil walikota Depok pada Pilkada 2020,” ucap Kang Yus. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu