Beranda Metropolis Depok Belum ada Penimbunan Masker

Depok Belum ada Penimbunan Masker

0
Depok Belum ada Penimbunan Masker
KOMPAK : Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah (tengah) usai kegiatan Pencanangan Zona Integritas Polres Metro Depok menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas Korupsi dan Melayani (WBBKM) di Aula Polres Metro Depok, Kamis (05/03/20). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK
tidak ada penimbun masker
KOMPAK : Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah (tengah) usai kegiatan Pencanangan Zona Integritas Polres Metro Depok menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas Korupsi dan Melayani (WBBKM) di Aula Polres Metro Depok, Kamis (05/03/20). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Masker sampai kini masih menjadi barang langka di Kota Depok. Hal ini usai kemunculan Virus Korona di Kota Sejuta Maulid. Meski demikian, polisi memastikan bila sejauh ini belum ditemukan adanya kasus penimbunan masker di Kota Depok.

Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah membenarkan hal tersebut. Katanya, kelangkaan karena memang masker banyak dibeli masyarakat.

“Kalau ada oknum nakal yang melakukan penimbunan, kami siap menindak,” ujarnya, Kamis (5/3).

Dirinya menjelaskan, hingga kini situasi di Kota Depok sangat kondusif. Masyarakat diminta tidak perlu cemas. Khawatir berdampak kepada gangguan ketertiban dan keamanan.

“Kami terus berkoordinasi dengan crisis center yang dibuat oleh Pemkot Depok. Khususnya mengenai arahan untuk penanganan virus Korona yang berhubungan dengan tupoksi kami,” ucapnya.

Terakhir, dirinya mengimbau agar masyarakat fokus pada perilaku preventif dengan menjaga kesehatan. Semua itu guna mengantisipasi terjangkit virus yang awal merebak dari Tiongkok itu. “Fokus untuk menjaga kesehatan saja,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita mengatakan, bantuan 10 ribu masker dari Pemprov Jabar sudah didistribusikan ke Puskesmas dan sejumlah rumah sakit.

“Masker kami distribusikan ke beberapa pelayanan kesehatan yang menerima pasien orang dalam pemantauan (ODP),” bebernya.

Novarita menuturkan, sesuai ketentuannya, masker diperuntukkan bagi masyarakat yang sakit. Sesuai dengan indikasi gangguan kesehatan, serta diberikan kepada tenaga kesehatan dengan maksud mencegah penularan.

“Sebagai upaya mencegah penularan bagi masyarakat yang sakit maka akan diberikan masker secara gratis. Begitu juga dengan tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Junior Williandro

Editor : Pebri Mulya