Depok Digoyang 3 Detik, Sukabumi Porak Poranda

In Utama
gempa sukabumi ke depok
AMBRUK : Sejumlah rumah di Kampung Nangerang RT13/5, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, ambruk setelah digoyang gempa berkekuatan 5.0 magnitudo, Selasa (10/3). FOTO : RADAR SUKABUMI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Gempa berkekuatan 5 magnitudo, yang berpusat pada 13 kilometer Timur Laut Sukabumi, Jawa Barat dirasakan warga Kota Depok. Goyangan yang selama 3 sampai 4 detik ini terjadi sekira pukul 17:45 WIB.

Warga Kelurahan Pondok Terong, Imelda Syam menyebut, saat duduk di bangku depan rumah berasa bergoyang. Di kira ada apa, ternyata tetangga juga merasakan hal yang sama. “Kirain perasaan saya saja, tetapi tetangga rumah juga merasakan hal yang sama. Memang tidak lama cuma 3 hingga 4 detik saja,” singkatnya kepada Harian Radar Depok, Selasa (10/3).

Hal yang sama juga dirasakan Intan. Warga Kelurahan Sukmajaya ini saat gempa berada di Margo City lantai 1. Ketika gempa sejumlah pengujung sempat panik, dan berhamburan keluar menyelamatkan diri. “Tidak lama cuma 3 detikanlah. Jadi pas lari keluar gempanya sudah selesai,” jelasnya.

Gempa juga di rasakan di Kelurahan Mekarsari, Cimanggis. Ivan Firmansyah mengaku, guncangan yang ditimbulkan tak begitu besar. Durasinya juga sangat singkat, sekitar tiga detik. Jadi, sejumlah warga tidak begitu panik. “Gempanya sebentar, tidak lama,” singkatnya.

Di lokasi berbeda puluhan rumah di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, rusak berat akibat diguncang gempa berkekuatan 5.0 kala richter (SR) magnitudo, sekira pukul 17:40 WIB, Selasa (10/3).

Dari informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Radar Depok), akibat gempa bumi tersebut, tiga kecamatan terkena dampaknya yakni Kalapanunggal, Kabandungan, dan Parakansalak. Bahkan, puluhan rumah di beberapa desa di Kecamatan Kalapanunggal mengalami rusak berat. Bahkan, ada juga yang ambruk hingga rata dengan tanah.

Seperti terjadi di Desa Makasari mengakibatkan sedikitnya 16 rumah rusak. Belasan rumah ini yakni di 8 unit di Kampung Ranji RT5/2, 2 unit di Kampung Kadupugur RT24/1, 1 unit di Kampung Cikunten RT3/1, 2 unit di Kampung Cibuluh RT13/5, 2 unit di Kampung Cisarua RT9/4 dan 1 unit di Kampung Musola RT18.

Camat Kalapanunggal, Arif Solihin mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendataan terkait jumlah pasti kerusakan akibat gempa tersebut. “Kami masih menunggu laporan dari setiap desa sehingga belum mengetahui secara pasti ada berapa rumah yang mengalami kerusakan. Tapi infonya mencapai puluhan dan emapat korban luka-luka,” kata Arif kepada Radar Sukabumi, Selasa (10/3).

Pihaknya saat berkoordinasi dengan beberapa instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dan instansi lainnya. “Kami masih melakukan pendataan. Kerusakan di Pulosari, Walangsari, Makasari, Gunungendut, Kalapanunggal sudah ada yang masuk sekarang. Mau didata satu per satu, termasuk bila ada data korban,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengaku, petugas saat ini sudah terjun kelokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. “Kami masih melakukan pengecekan belum ada data pastinya. Petugas saat ini masih melakukan pendataan,” singkatnya.

Paur Humas Polres Sukabumi, Aah Saepul Rohman menambahkan, anggota dari Polsek Kalapanunggal sedang melakukan pengecekan lokasi. Informasi sementara sudah ada satu rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan, dan tiga orang mengalami luka-luka akibat bencana alam tersebut. “Kini semuanya sudah di evakuasi di layanan kesehatan terdekat. Untuk kerugian belum bisa diprediksi, tunggu hasil pendataan petugas di lapangan,” bebernya.

Perlu diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan informasi gempa 5 M di Sukabumimenjadi M 4,9. Gempa terjadi akibat aktivitas sesar lokal.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault),” kata Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana, Selasa (10/3).

Gempa dilaporkan terjadi pada pukul 17:18 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 6,81 derajat LS dan 106,66 derajat BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 km arah timur laut Pelabuhan Ratu, Sukabumi, dengan kedalaman 10 km. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tandas Taufan. (rd/rs)

 

Editor : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71), Pebri Mulya

You may also read!

PSHT cimanggis bagikan takjil

PSHT Cabang Depok Berbagi Takjil

AKSI : Warga PSHT cabang Depok bagikan takjil di Jalan Komjen Pol (Purn) Moch Yassin.

Read More...
pengemis di kota depok

Manusia Gerobak di Jalan Margonda dan Juanda Diamankan

HIASI : Sejumlah pengemis menunggu belas kasih masyarakat di Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji, Kamis

Read More...
PCNU bagikan masker

NU Depok Bagikan 75 Ribu Masker Ke Pelaku UMKM 

  RADARDEPOK.COM, DEPOK - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok Ust. Achmad Solechan menggelar gerakan pembagian 75 ribu

Read More...

Mobile Sliding Menu