Dewan Minta Warga Depok Sabar

In Metropolis
underpass dewan berbicara
AKAN DIREALISASIKAN : Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Pancoranmas, kemarin. Pemerintah Kota Depok akan segera melakukan pembangunan underpass di kawasan jalan tersebut. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Wakil Rakyat di Depok meminta warga yang terkena dampak pembebasan lahan underpass Dewi Sartika, Kecamatan Pancoranmas bersabar. Tingginya angka positif dan tingkat kematian lebih cepat, membuat Komisi A memfokuskan penanganan wabah Virus Korona.

Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Hamzah mengatakan, warga terdampak underpass Dewi Sartika harus bersabar. Sebab saat ini pemerintah sedang memfokuskan perhatianya, untuk penanganan wabah Korona di Depok.

“Kita harus bersabar menunggu langkah-langkah pemerintah dalam menyosialisasikan tahapan pembebasan lahan underpass. Apalagi sekarang mereka sedang fokus menangani Korona,” kata Hamzah, kepada Radar Depok, Jumat (20/03).

Dia menjelaskan, Pemerintah Kota Depok tentunya sudah punya upaya untuk menyelesaikan pembebasan lahan underpass. Maka dari itu warga diminta untuk bersabar. “Kita tidak bisa memprediksi kapan wabah ini akan berakhir,”ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Ikravany Hilman mengaku, lebih setuju anggaran pembebasan dialihakan untuk penangangan Korona di Depok. “Saya sebenarnya minta kegiatan ditunda supaya beberapa anggaranya dialokasikan untuk penanganan wabah Korona,” jelasnya.

Dia menambahkan, walau ditunda, dia meminta agar dinas terkait tidak menjadikan penundaan ini sebagai ajang untuk menurunkan kinerjanya. “Tapi jangan dijadikan alasan untuk adanya manajemen yang amburadul,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, pembangunan underpass Dewi Sartika yang dijadwalkan Juli 2020 sepertinya bakal molor. Keladinya, hingga kemarin (18/3) pemilik lahan merasa belum ada penawaran harga ganti untung pembebasan lahan, dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Ketua RW14, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Aceng Danu mengatakan, banyak warga yang menanyakan kepadanya berapa ganti untung, yang akan dibayarkan Pemkot Depok bagi pemilik bangunan yang akan digusur.

“Warga sudah banyak yang nanya ke saya, tapi memang sejak sosialisasi pertama hingga ke tiga tidak ada pembahasan terkait ganti untung bagi warga,” kata Aceng kepada Harian Radar Depok, Rabu (18/03).

Dia mengungkapkan, nantinya akan ada ratusan bangunan di lima RT yang ada di RW14 terkena gusur pembuatan underpass. “Ada 23 Kepala Keluarga (KK) yang akan digusur bangunanannya, satu KK bisa memiliki lebih dari satu sertifikat,” tuturnya.

Menurutnya, seluruh bangunan yang nanti akan digusur merupakan pertokoan. Sebab, wilayah pembebasan merupakan kios–kios di Pasar Dewi Sartika. “Semua yang akan digusur adalah toko, karena memang kawasan pasar lokasinya,” bebernya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

DMC bantu wartawan depok

DMC dan JJI Beri Bantuan Wartawan Depok

SALURKAN : Depok Media Center (DMC) menyalurkan bantuan paket sembako dari Jurnalis Jelajah Indonesia (JJI).

Read More...
pengusaha depok berikan rapid test

Pengusaha Asal Depok Donasikan 5.000 Alat Rapid Test

PEDULI : Pengusaha asal Depok, Diana Dewi, saat mendonasikan 5000 alat rapid test ke Pemkot

Read More...
ilustrasi virus korona size kecil

Tambah 185 Kasus Positif Virus Korona, DKI Tetap Jadi yang Tertinggi

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Berdasarkan data dari Pemerintah, Senin (20/04) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 185

Read More...

Mobile Sliding Menu