Dua Pasien Depok Masih Positif, 58 ODP Tunggu Hasil

In Utama
jumlah korona di depok masih lanjut
KOORDINASI : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono berkoordinasi dengan petugas jaga di ruang Crisis Center Korona di Lt 5 Balaikota Depok, Rabu (4/3). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dua pasien pertama yang menjalani perawatan akibat virus korona atau COVID-19, belum menunjukkan tanda-tanda bebas dari virus asal Tiongkok itu. Berdasarkan hasil dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, kedua pasien asal Kota Depok belum sembuh diduga ada faktor x, Selasa (10/2). Di waktu bersamaan, Kota Depok juga menyampaikan ada 10 aduan yang masuk terkait gejala Korona ke Crisis Center Depok.

Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RSPI Sulianti Saroso, Dyani Kusumowardhani menduga, ada faktor X yang memengaruhi Pasien 01 dan 02 itu.

“Mungkin ada faktor X lain yang membuat kuman masih ada di dalam tubuh mereka. Kami belum tahu persis faktor X dari si penderita,” ucap Dyani di RS Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa (10/3).

Dalam analisis Dyani, terdapat sejumlah faktor yang mengakibatkan Pasien 01 dan 02 itu belum terbabas dari virus korona. Faktor pertama dari diri sendiri. Dyani menjelaskan, setidaknya pasien perlu memiliki keinginan untuk sembuh. Faktor lanjutnya, kata Dyani, berkaitan dengan lingkungan.

“Memang banyak faktor yang menyebabkan orang menjadi sakit atau kemudian menjadi sembuh lagi. Faktor dari dalam dia sendiri dan faktor lingkungannya,” ujar Dyani.

Menurut Dyani, RSPS Sulianti Saroso telah memperhatikan dua faktor tersebut. Misalnya, RS Sulianti Saroso menjaga betul kebersihan ruang isolasi. Selain lingkungan dan diri sendiri, terdapat faktor makanan yang menghambat pasien positif korona untuk sembuh. Dyani memastikan RSPI Sulianti Saroso sangat memahami persoalan makanan ini.

RS Sulianti Saroso menyediakan asupan makanan penuh gizi bagi pasien positif korona. Menurut dia, gizi yang baik bakal menguatkan sistem imun seseorang pasien positif korona.

“Kalau lingkungan kami sudah jaga betul. Pasien terisolasi, untuk daya tahan tubuh kami berikan asupan gizi yang baik, kalau melihat gejala klinisnya cukup baik enggak berat,” tutur dia.

Sebagai informasi, RS Sulianti Saroso mengisolasi Pasien 01 dan 02 virus corona sejak 1 Maret 2020. Kedua pasien itu dinyatakan positif, setelah satu di antaranya menjalin kontak dengan warga negara asal Jepang yang juga terjangkiti virus Korona.

Sementara, Crisis Center korona Kota Depok kembali menerima aduan dari masyarakat. Kali ini ada 10 aduan yang masuk terkait gejala Korona ke nomor 112 yang merupakan Hotline Crisis Center.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, ke 10 pelapor tersebut dinyatakan negatif korona setelah diperiksa oleh tim medis. “Hanya sakit biasa dan sudah diarahkan untuk datang ke puskesmas terdekat,” kata Idris kepada Radar Depok, Selasa (10/3).

Dia mengungkapkan, dari 10 orang yang menelfon ke 112, satu orang diantaranya juga menanyakan mengenai prosedur pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) bila mengalami gejala virus korona. “ Petugas lantas menjawab bahwa penanganan TKI yang pulang dari negara tempat dia bekerja, akan ditangani otoritas bandara. Dari sana, akan disampaikan kalau ada yang perlu ditangani daerah,” tuturnya.

Selain itu, terdapat 58 warga yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) virus Korona, setelah seminggu yang lalu daerah ini mengonfirmasi dua warga positif Covid-19.

Sekitar 58 orang tersebut masih menunggu hasil uji spesimen, dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Kendati masih menunggu hasil uji spesimen dari Balitbangkes, seluruh ODP tersebut saat ini masih beraktivitas di rumahnya masing-masing. “Pemantauan juga dilakukan secara intens oleh dokter dari masing-masing puskemas di kediaman mereka,” ucap Idris.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita menambahkan, sebagian hasil uji spesimen diharapkan keluar paling tidak tanggal 16 Maret 2020. Itu terhitung 14 hari sesuai masa inkubasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan semenjak kasus pertama dikonfirmasi, Senin 2 Maret 2020.

“Sebenarnya, kami menunggu juga hasil dari laboratoriumnya. Sekira tanggal 16 Maret 2020 paling tidak. Nanti sedang berkoordinasi (keluar secara serentak atau tidak), kalau memang bisa dikeluarkan (semua) ya (lebih baik),” kata Novarita.

Novarita menyebut, mulanya terdapat 69 ODP yang berstatus sebagai warga Depok. Sebelas orang lainnya sudah menerima hasil uji spesimen, dan sudah dinyatakan negatif oleh Balitbangkes sehingga saat ini tersisa 58 orang.

Dia mengelompokkan 69 warga berstatus ODP tersebut dalam kelompok usia dan jenis kelamin. Bagi laki-laki, dimulai dari usia 6-19 tahun ada dua orang, usia 20-29 tahun lima orang, usia 30-39 tahun ada delapan orang, usia 40-49 tahun empat orang, usia 50-59 tahun dua orang, dan usia di atas 60 tahun satu orang.

“Untuk perempuannya, usia 6-19 ada tiga orang, usia 20-29 ada 26 orang, usia 30-39 ada 12 orang, usia 40-49 tahun 4 orang, usia 50-59 satu orang, dan usia di atas 60 tahun satu orang. Jadi total 69. Sebelasorang kan sudah dinyatakan negatif,” katanya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan bidang Kesejahteraan Sosial Depok, Sri Utomo menuturkan, semenjak konfirmasi kasus pertama pada Senin (2/3), dia sudah menetapkan sekira 76 orang sebagai ODP di Depok.

Hanya saja, kata dia, setelah dilakukan screening lebih lanjut, 21 orang bukan termasuk warga Depok dan 55 orang berstatus ODP lainnya merupakan warga sekitar.

Utomo menjelaskan, dari 55 orang warga tersebut, ada tambahan 12 orang warga Depok dari RSPI Sulianti Saroso. Setelah mereka melakukan pemeriksaan secara inisiatif di rumah sakit infeksi tersebut.

Sementara dua sisanya merupakan tambahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, usai melakukan pelacakan kasus virus korona di seluruh wilayah Jawa barat. “Jumlahnya sampai sekarang 69 (ODP) warga Depok. 11 orang negatif,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ATM si komandan sukmajaya

ATM si Komandan ‘Door to Door’ di Sukmajaya

PEDULI RAKYAT : Babinsa Koramil 03/Sukamajaya saat memberikan beras dari ATM si komandan ke warga

Read More...
posyandu dapat bantuan sembako

50 Posyandu di Limo Dapat Bantuan Susu

BANTUAN : Koordinator PLKB Kecamatan Limo Yaharini (kiri) memebrikan bantuan Pemprov Jabar kepada Ketua TP

Read More...
qonita bermasker

Fasilitas Kesehatan dan Tenaga Medis Harus Terjamin

Anggota DPRD Kota Depok, Qonita Lutfiyah   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemkot Depok bersama Tim Gugus Tugas Percepatan

Read More...

Mobile Sliding Menu