Dua Sehat, Empat Dipantau

In Utama
empat dipantau virus korona
BERI KETERANGAN : Walikota Depok, Mohammad Idris saat memberi keterangan mengenai perkembangan informasi virus Korona, di ruang Crisis Center Corona, Jumat (6/3). FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemkot Depok terus memantau perkembangan kasus virus Korona yang terjadi kepada warganya. Terdapat Orang Dalam Pengawasan (ODP) virus Korona dipantau perkembangannya, mulai dari pengecekan kesehatan hingga pemantauan di rumah.

Walikota Depok, Mohammad Idris menyebutkan, dari pemantauan yang dilakukan sejumlah ODP dalam kondisi sehat, kecuali ada beberapa yang masih menunggu hasil laboratorium. Di antaranya dinyatakan negatif itu adalah dua pekerja yang sempat berada di rumah dua pasien positif Korona.

“ODP itu pembantu rumah tangga atau tukang kebun. Sudah dinyatakan sehat oleh RSPI, tadinya sempat diisolasi di RSUD. Lalu selesai dan boleh pulang, tetapi masih dipantau puskesmas,” terang Idris saat memberikan keterangan persnya di ruang Crisis Center Corona, Jumat (6/3).

Sedangkan empat orang tetangga bagian dari ODP hasilnya akan diketahui sore ini (Jumat, red). “Itu empat orang tetangga yang sempat diinformasikan besuk pasien,” ucap Idris.

Selain ODP, Idris melanjutkan, pihak terkait masih mengawasi 76 orang yang sebagian besar merupakan karyawan di salah satu rumah sakit di Kota Depok. Mereka dipantau sejak Selasa (3/3).

“Awalnya pemeriksaan 16 orang, kemudian pada 4 Maret dilakukan Swab kepada 43 orang, 5 Maret Diswab 17 orang. Totalnya ada 76 orang, hasilnya belum ada. Semua masih dalam pantauan puskesmas sesuai wilayah masing-masing,” kata Idris.

Kemudian, ada satu lagi warga Depok yang juga sempat dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Pria tersebut dirujuk setelah mengeluhkan gejala usai pulang dari China

“Sebenarnya kemarin tidak dianggap pemantauan tapi sudah pasien, gejalanya seperti itu. Ternyata hasil labnya itu dia sakit paru-paru, TBC-lah. Akhirnya diperbolehkan pulang tapi dalam pantauan puskesmas, karena obatnya harus rutin kalau TBC. Ini tentang beberapa orang yang menjadi tanggung jawab kita.” Bebernya.

Selain itu lanjut Idris, ada salah satu anjing peliharaan milik dua warga positif Korona mati di rumahnya. Sementara satu anjing lagi dinyatakan sehat.

“Yang satu lagi anjingnya lucu aktif main. Pas ada kasus ini anjingnya dikunci di dalam kamar dan terdapat taman yang ada slot pintu. Itu leher anjingnya kejepit pintu lalu mati,” tutur Idris.

Rumah tersebut memang tidak ada yang menempati pascadua pemiliknya dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Meski begitu, rumah tetap dipantau dan hewan peliharaannya diberi makan oleh security. “Satpam yang ada gak 24 jam datang, cuma ngasih makan pagi, siang, dan sore,” ujarnya.

Selanjutnya, bangkai dan darah anjing peliharaan yang mati itu diteliti di Bogor, dan masih menunggu hasilnya. Sedangkan satu anjingnya lagi masih ada di rumah itu. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSBB jakarta

10 Hari PSBB, 10.537 Kendaraan Dilarang Keluar Jadetabek

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Di hari kesepuluh Operasi Ketupat dan Larangan Mudik Tahun 2020 ada 895 kendaraan

Read More...
wajib masker di kereta

Hati-hati, 3 Penumpang KRL Jakarta-Bogor Positif Korona

HARUS DIPATUHI : Pengguna transportasi KRL Commuter Line menggunakan masker saat berada di kawasan Stasiun

Read More...
jalan tikus dijaga polisi

Warga Depok yang Tidak Punya Surat Tugas dari Kantor, akan Dipulangkan

PEMERIKSAAN IDENTITAS : Petugas gabungan melakukan pemeriksaan identitas pengendara yang berpenumpang dan tidak memakai masker

Read More...

Mobile Sliding Menu