Beranda Pendidikan FPHI Depok Apresiasi Disdik

FPHI Depok Apresiasi Disdik

0
FPHI Depok Apresiasi Disdik
AUDIENSI: Jajaran Pengurus Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kota Depok berfoto bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin, beberapa waktu lalu. FOTO : FPHI DEPOK FOR RADAR DEPOK
apresiasi disdik dari honorer
AUDIENSI : Jajaran Pengurus Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kota Depok berfoto bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin, beberapa waktu lalu. FOTO : FPHI DEPOK FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kota Depok mengapresiasi Dinas Pendidikan (Disdik) Depok, atas terealisasinya penggajian honorer pada tahun anggaran 2020, pada Januari dan februari.

Hal itu disampaikan Ketua FPHI Koordinator Daerah Depok, Jujun Rosandi usai pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan, Mohammad Thamrin, beberapa waktu lalu.

“Kami juga mengapresiasi Disdik terkait BOS Pusat 50 persen untuk honorer, menurut Kadisdik sebelum Mendikbud berbicara itu Kota Depok sudah lebih awal,” ungkap Jujun kepada Radar Depok.

Namun, saat ini sedang dibahas tentang teknisnya. Pihaknya juga menyampaikan aspirasi ini dapat terealisasi. Mengingat dan merujuk SE Gubernur Jabar Nomor 561/KEP.1046-Yanbangsos/2018 tentang UMP Jabar Kota Depok sebesar Rp4,2 juta, dan sesuai UUD 1945 Pasal 28H ayat 1.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas soal BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Menurutnya sudah tiga kali Disdik dan pihak terkait sudah ada pembicaraan tentang hal tersebut, namun belum ada kata sepakat antara keduanya.

“Kadisdik menyatakan kalau dalam waktu dekat ini tidak ada kata sepakat, maka Disdik akan mengambil langkah dan keputusan yang bijaksana berupa anggaran atau dana tersebut bakal disatukan atau ditambahkan ke honor,” tutur Jujun.

Kemudian dibahas juga pembinaan rohani atau kegiatan pengajian rutin bulanan setiap minggu ke-2, tepatnya Rabu dari pukul 16.00-17.00 wib. Disdik berharap, agar semua kepala sekolah menyampaikan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)-nya yang tidak ada kewajiban atau tugas mengajar pada siang sampai sore diwajibkan hadir mengikuti kegiatan tersebut.

“Karena ini penting, bahwa sebagai seorang pendidik harus serba bisa atau mengetahui walau tidak mahir semua ilmu, baik ilmu pengetahuan umum atau pengetahuan agama,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : M. Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mulya