Gas 3KG Langka di Depok

In Metropolis
pasokan si melon berkurang
DISTRIBUSI : Pekerja saat memindahkan gas elpiji 3kg di pangkalan gas kawasan Kelurahan Boponter, Kecamatan Cipayung, Senin (2/3). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pasokan gas LPG 3 kilogram (Kg), mulai mengalami kelengkaan di wilayah Kota Depok. Sudah beberapa hari, warung dan warga di wilayah Depok merasakan sulitnya mencari gas berkelir hijau tersebut.

Pemilik warung di Jalan Pekapuran Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Slamet Riyadi mengungkapkan, memang saat ini pasokan gas 3 kilogram sudah mulai langka. Terbukti di warungnya saat ini sedang kosong.

“Saya juga kurang paham apa penyebabnya, tetapi memang pasokan dari agen mulai berkurang dan permintaan sangat tinggi,” ucapnya kepada Radar Depok, Senin (2/3).

Slamet juga menjelaskan, sudah dua hari ini gas 3 kilogram habis dan belum ada pasoakan yang di kirim dari agen. “Dalam seharinya, puluhan warga cari gas 3 kilogram. Tetapi disini memang sedang kosong sejak dua hari lalu,” jelasnya.

Dia juga juga mengungkapkan, walaupun saat ini permintaan semakin tinggi namun harga jual masih terbilang stabil yaitu Rp 21 ribu dan belum ada kenaikan. “Saya si berharap harga tetap stabil tidak akan ada kenaikan, dan permintaan masyarakat dapat terpenuhi,” harapnya.

Pemilik warung di Jalan Poinmas Raya RW6, Kecamatan Pancoranmas, Rudi mengatakan, sudah alami kenaikan harga gas elpiji atau biasa disebut Si Melon tersebut. Pasokan gas yang dia ambil dari salah satu agen di Rawadenok, yang sebelumnya Rp16 ribu menjadi Rp 17 ribu. “Kalau harga ke warga tetap sama, yaitu Rp 21 ribu,” katanya kepada Radar Depok, Senin (2/3).

Dia menuturkan, kelangkaan tersebut dimulai dari Februari awal. Dimana, pihak agen mengatakan pasokan sudah berkurang yang menyebabkan pasokan gas yang dijual ikut berkurang. “Biasanya kan 60 tabung, karena sudah tidak bisa alias berkurang, sekarang jadi hanya 15 tabung,” ujarnya.

Dilain hal dengan pemilik pangkalan LPG Edi Supriyono yang ada di Jalan Raya Sawangan RT6/10, Pancoranmas. Dia mengatakan, tidak ada perubahan dari PT Pertamina. “Stabil saja, saya biasa nyetok 300 tabung. Tidak ada konfirmasi pasokan berkurang dari Pertamina,” katanya kepada Radar Depok.

Menimpali hal ini, Ketua Hismawa Migas Kota Depok, Ahmad Badri mengatakan, pada dasarnya pasokan gas 3 kilogram ke Kota Depok terbilang stabil. Tidak ada pengurangan pasokan gas 3 kilogram ke Kota Depok. Namun, menurutnya belakangan memang permintaan di Kota Depok ada peningkatan. “Tidak ada pengurangan, tapi memang permintaan dinpasaran sedang tinggi,” kata Ahmad Badri.

Dia menyebut, saat ini pertamina memasok 60 ribu tabung gas 3 kilogram perharinya, ke seluruh agen yang ada di Kota Depok. “Perhari 60 ribu tabung (gas 3 kilogram, red) dikirim ke Kota Depok,” ujarnya.

Padahal sebelumnya, tanggal 27 dan 28 Februari Pertamina sudah menambah pasokan ke Kota Depok 50 persen dari alokasi harian yang dikirim. “Namun ternyata jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan gas 3 kilogram di Kota Depok,” tandas Badri.(rd)

 

Jurnalis : Tim Radar Depok

Editor : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71), Pebri Mulya

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu