enam event ayodyapala batal
DISEMPROT DISINFEKTAN: Gedung baru sanggar tari dan musik Ayodya Pala di Jalan Melati Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas disemprot cairan disinfektan oleh petugas PMI Kota Depok, untuk mencegah penyebaran virus Korona. FOTO : AYODYA PALA FOR RADAR DEPOK
enam event ayodyapala batal
DISEMPROT DISINFEKTAN : Gedung baru sanggar tari dan musik Ayodya Pala di Jalan Melati Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas disemprot cairan disinfektan oleh petugas PMI Kota Depok, untuk mencegah penyebaran virus Korona. FOTO : AYODYA PALA FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Munculnya virus Korona atau Covid-19 di berbagai wilayah di Indonesia maupun luar negeri berdampak juga terhadap aktivitas entertainment seniman Kota Depok. Seperti dialami sanggar tari dan musik Ayodya Pala.

Pimpinan Ayodya Pala, Budi Agustina mengaku, gegara Korona ada enam event besar yang harus dibatalkan pentasnya. Mulai dari event sosialisasi Antinarkoba di Istora Senayan yang seharusnya berlangsung pada tanggal 16. Kemudian mengisi di acara pada salah satu stasiun televisi nasional juga dibatalkan. Lalau acara di Nanjang School BSD Serpong, dan pameran mobil.

“Event lainnya yang dibatalkan dan ditunda yaitu acara di Dubai, yang seharusnya pada tanggal 12 sampai 19 berangkat. Untuk yang ini dari Dubainya sendiri yang meng-cancel, bukan dari pihak Ayodya Pala,” ungkap Etin—sapaan Budi Agustinah—kepada Radar Depok.

Dibatalkannya sejumlah event tersebut lanjut Etin, semata-mata untuk menghindari dan mencegah penyebaran virus Korona.  Sementara dari sisi kerugian, adanya ‘model’ harus libur 14 hari menurutnya pemasukan tentunya berkurang. Sementara pihaknya sedang menjalani proses finishing gedung baru.

“Secara financial memang belum ada yang kami keluarkan, tapi jelas hal itu cukup mengganggu pemasukan. Karena Ayodya Pala hidup dari entertain,” tutur Etin.

Meski begitu ia berharap, pemerintah bijak dalam menyikapi bencana non-alam ini. Diperlukan edukasi secara terus menerus berkesinambungan kepada masyarakat agar mereka tidak khawatir. Etin menilai, virus Korona ini bisa hilang dengan cara tetap menjaga hidup bersih dan sehat.

“Untuk diklat tidak berpengaruh besar, karena akan mengganti waktu kosong ini. Kami prediksi Juli akan tetap ada ujian. Pelatih tetap ada pemasukan, murid tetap ada penggantian di waktu lain,” tegas Etin.

Tetapi pihaknya juga menyiasati event, dan berharap para pelatih tetap produktif. Salah satunya mereka tetap mengajar jarak jauh, dengan cara membuat video tutorial agar para siswa tetap bisa belajar. “Kami pun mengikuti instruksi pemerintah dengan meliburkan para siswa. Siswa tetap belajar jarak jauh, didampingi pelatih dengan cara membuat video tutorial agar siswa tetap belajar, dan semua tetap bisa terkendali,” tandasnya.

Sementara itu, Pendiri Ayodya Pala, Baas Cihno Sueko mengatakan, untuk mencegah penyebaran virus Korona gedung sanggar Ayodya Pala di Jalan Melati Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas disemprot cairan Disinfektan oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok.

“Permintaan penyemprotan disinfektan ini dari manajemen keseluruhan kepada PMI Depok. Karena tempat itu untuk banyak orang hilir mudik. Itu bangunan baru, tetapi sudah dipakai latihan,” terang Baas kepada Radar Depok.

Penyemprotan tersebut juga merupakan ide dari tim untuk menjaga keamanan dan kenyamanan serta mengikuti anjuran pemerintah, agar tetap safety. Menurutnya, sebagian besar siswa sebenarnya tidak mau libur. Namun, demi menjaga keamanan serta pencegahan terhadap virus tersebut maka pihaknya turut meliburkan siswa.

“Terinspirasi sebelumnya dari anjungan DKI, kan libur jadi disemprot disinfektan agar lebih bersih. Itu kan fasilitas umum, nah Ayodya Pala pun begitu,” terang Baas.

Diketahui, gedung tersebut memiliki tiga lantai dengan sejumlah ruangan. Ayodya Pala sangat mengapresiasi dengan apa yang dilakukan oleh PMI Depok yang begitu cepat dan tanggap dalam melakukan penyemprotan disinfektan. (rd)

 

Jurnalis : M. Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mulya