Gegara Korona Penghasilan Tukang Jamu Meningkat

In Metropolis
tukang jamu gendong
UNTUNG : Penghasilan tukang jamu terus meningkat sejak munculnya wabah virus Korona. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Merebaknya virus Korona atau Covid-19 membuat penjual jamu gendong di Kota Depok, kebanjiran pelanggan. Bahkan penjual jamu mengaku kewalahan memenuhi permintaan masyarakat.

Alasannya, bahan baku jamu yang mayoritas berisi rempah-rempah tersebut dapat mencegah virus Korona.

“Permintaan semakin meningkat, semenjak merebaknya virus Korona, yang nggak biasa minum jamu jadi pada minum,” kata penjual Jamu Gendong di wilayah Cinere, bu Jas (48).
Rata-rata jenis jamu yang dibeli warga adalah jahe dicampur kunyit dan temu lawak. Jika biasanya dia menyediakan 15 liter per hari, dan kadang tidak habis. Namun, sekarang dia bisa menyediakan sampai 25 liter.

“Ada yang membeli pergelas ada juga yang sudah memesan. Satu gelas itu harganya sama seperti biasa Rp4.000, kalau satu liter harganya Rp15 ribu,” tutur bu Jas.

Kalaupun banyak pelanggan, sejak virus korona ini ia mengaku tidak ingin menaikan harga jamunya. “Saya enggak mau naikkan harga, ini kan musibah. Jadi ini juga sebagai ganti kita membantu masyarakat,” katanya.

Dia mengaku tetap tak menaikkan harga jamunya, meski harga jahe per kilogram di pasar dari Rp40 ribu naik jadi Rp60 ribu.

“Katanya jahe bisa mengantisipasi kita tidak terserang virus korona, itu kata mereka, kita hanya bisa jualan jamu saja. Kalau penghasilan kalau hari-hari biasa sebelum ada virus korona ini dapat sekira Rp150 ribu sampai Rp200 ribu, tapi sekarang ini alhamdulillah bisa sampai dua kali lipatnya,” ujarnya.

Virus korona juga membuat banyak orang yang dulunya tak suka jamu jadi berani mencoba jamu.

Sementara itu, warga Kecamatan Cinere, Dalma Suci sebagai pelanggan mengaku memang kerap mengonsumsi jamu. Dia juga mengaku mengajak anak dan suaminya mengonsumsi jamu.

“Tadi saya suruh suami saya karena dia sering flu, pilek dan batuk-batuk, biasanya dia tidak suka minum jamu, tadi saya paksa minum jamu, apalagi virus korona saat ini perlu daya tahan tubuh, harganya tidak naik kok, seperti biasa satu gelas Rp4.000,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu