Beranda Metropolis Halaqah Quran di Rangkapanjaya Baru : Menggunakan Metode Menghafal Tidak Monoton (2)

Halaqah Quran di Rangkapanjaya Baru : Menggunakan Metode Menghafal Tidak Monoton (2)

0
Halaqah Quran di Rangkapanjaya Baru : Menggunakan Metode Menghafal Tidak Monoton (2)
ISLAMIC : Peserta tengah mengikuti berbagai metode untuk menghafal quran. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
halaqah quran di rangkapanjaya baru 2
ISLAMIC : Peserta tengah mengikuti berbagai metode untuk menghafal quran. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

Awal berdiri pada 2016 Halaqah Quran, memang tak banyak dikenal oleh masyarakat. Namun, atas perjuangan para pengurus yang terus menyosialisasikan kepada warga sekitar, membuatnya lebih dikenal.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Walaupun pada saat awal muridnya tak sampai sepuluh. Kini tak disangka, muridnya hingga mencapai ratusan baik anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Metodenya yang dinilai asyik, membuat masyarakat banyak yang ingin bergabung menjadi bagian dari penghafal quran.

“Karena metode menghafal kami tidak monoton mengaji di masjid atau musala saja, tetapi kita adakan ditempat-tempat terbuka. Agar lebih menyenangkan,” ucap Pendiri Halaqah Quran, Muhammad Faisal.

Semua murid, baik anak-anak maupun dewasa semua belajar dari Mutqin. Ini untuk mengenalkan huruf hijaiyah dan pelafalan nya dengan benar setelah itu baru masuk ke teknik menghafal. Seluruh peserta dibagi kelompok sesuai dengan usia dan tingkatan mengahafal, untuk lebih memudahkan peserta dan pengajar.

“Alhamdulillah, saat ini peserta sangat banyak dan diluar dugaan. Kita pun full mengajar setiap malam dengan kelompok yang berbeda,” jelasnya.

Tak hanya itu, untuk anak-anak juga setiap sebulan sekali diadakan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit). Untuk membuat anak-anak semakin mencintai Al-Quran dan lebih akrab satu sama lain.

Walaupun Halaqah Quran memberikan ilmu secara gratis, tetapi banyak orang-orang dermawan yang menyumbang berbagai kebutuhan yang diperlukan. Bahkan, tak jarang para peserta juga memberikan infaq sebagai ucapan terimaksih kepada pengajar. (*)

 

Editor : Pebri Mulya