Hiswana Migas Bakal Sidak Pengusaha 

In Metropolis
pasokan si melon berkurang
DISTRIBUSI : Pekerja saat memindahkan gas elpiji 3kg di pangkalan gas kawasan Kelurahan Boponter, Kecamatan Cipayung, Senin (2/3). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Langkanya gas tiga kilogram (Kg) alias si melon membuat  Hiswana Migas Depok, gerah. Kendati sudah mendapatkan kembali pasokan si melon sebanyak 32.000 tabung, Hiswana berencana akan melakukan penertiban penggunaan gas.

Ketua Hiswana Migas Kota Depok, Ahmad Badri menegaskan, Depok kembali mendapat kiriman pasokan gas tiga kilogram sebanyak 32 ribu tabung gas dari pertamina. Ini guna mengatasi kelangkaan gas di masyarakat.

“Kami kembali mendapatkan drop dari Pertamina sebanyak 32 ribu sampai 35 ribu tabung gas perhari,” tegas Ahmad Badri kepada Radar Depok, Rabu (4/3).

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan kelangkaan. Selain migrasi penduduk yang masuk ke Kota Depok. Ada juga makin maraknya jajanan dan tempat makan, yang menggunakan gas tiga kilogram. “Itu tidak boleh, gas tiga kilogram disediakan untuk masyarakat miskin, bukan untuk mencari keuntungan,” ucap Ahmad Badri.

Guna mencegah penyelewengan gas lebih luas lagi. Pihaknya mengaku, akan melakukan penertiban penggunaan gas yang sejatinya diperuntukan bagi warga miskin. “Kami akan ajak aparat pemerintah untuk sama-sama awasi penyelewengan penggunaan gas tiga kilogram,” terang Ahmad Badri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, Zamrowi Hasan mengklaim, bahwa pasokan aman. Dia juga tidak mempermasalahkan masalah kelangkaan gas tiga kilogram yang terjadi di lapangan. “Coba hubungi Pak Anim Kabid Perdagangan, karena hasil pemantauan tim tidak terjadi kelangkaan,” kata Zamrowi santai.

Dia juga kembali menegaskan, stok aman. Karena memang sebelumnya Hiswana migas menyatakan Pertamina mendistribusikan 60 ribu gas tiga kilogram setiap harinya.

Perlu diketahui sebelumnya, Pemilik warung di Jalan Pekapuran Kelurahan Curug Cimanggis, Slamet Riyadi mengungkapkan, memang saat ini pasokan gas 3 kilogram sudah mulai langka. Terbukti di warungnya saat ini sedang kosong.

“Saya juga kurang paham apa penyebabnya, tetapi memang pasokan dari agen mulai berkurang dan permintaan sangat tinggi,” ucapnya kepada Radar Depok, Senin (2/3).

Slamet juga menjelaskan, sudah dua hari ini gas 3 kilogram habis dan belum ada pasoakan yang di kirim dari agen. “Dalam seharinya, puluhan warga cari gas 3 kilogram. Tetapi disini memang sedang kosong sejak dua hari lalu,” jelasnya.

Dia juga juga mengungkapkan, walaupun saat ini permintaan semakin tinggi namun harga jual masih terbilang stabil yaitu Rp 21 ribu dan belum ada kenaikan. “Saya si berharap harga tetap stabil tidak akan ada kenaikan, dan permintaan masyarakat dapat terpenuhi,” harapnya.

Dilain hal dengan pemilik pangkalan LPG Edi Supriyono yang ada di Jalan Raya Sawangan RT6/10, Pancoranmas. Dia mengatakan, tidak ada perubahan dari PT Pertamina. “Stabil saja, saya biasa nyetok 300 tabung. Tidak ada konfirmasi pasokan berkurang dari Pertamina,” katanya kepada Radar Depok. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto), Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

sampoerna

4 Fakta Ratusan Pekerja Sampoerna Positif Virus Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Ratusan pekerja di pabrik rokok Sampoerna dinyatakan positif virus Korona (Covid-19) setelah dilakukan rapid

Read More...
logo DJP

Pemerintah Tambah Sektor Usaha Penerima Fasilitas Pajak Hadapi Dampak Ekonomi Covid-19

  RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Menteri Keuangan telah menambah jumlah sektor usaha yang dapat menerima fasilitas pajak dalam rangka

Read More...
iklan adc dari XL

Kompak Ngabuburit Walau Berjarak

  RADARDEPOK.COM - Wah, gak kerasa ya ternyata sekarang kita sudah memasuki bulan Ramadan! Meskipun Ramadan kali ini terasa berbeda

Read More...

Mobile Sliding Menu