ibadah gereja ditiadakan
STERILISASI : Gereja St Paulus Depok sedang disemprot desinfektan. FOTO : ISTIMEWA
ibadah gereja ditiadakan
STERILISASI : Gereja St Paulus Depok sedang disemprot desinfektan. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Paroki St. Paulus Depok meniadakan semua kegiatan ibadah di gereja, termasuk perayaan Ekaristi Misa harian dan Misa mingguan. Hal ini sudah dilakukan sejak 19 Maret hingga waktu yang belum ditentukan, guna mencegah penyebaran virus Korona di gereja tersebut.

Pemimpin Gereja St Paulus, Romo Paroki Agustinus Anton Widarto juga meminta semua kegiatan liturgi, di antaranya kegiatan Aksi Puasa Pembangunan (APP), latihan koor, doa bersama, dan ibadat di wilayah ditunda. Imbauan tertuang dalam surat edaran No 009.04/DPP-DKP-SP/I/2020 yang ditandatangani Romo Anton, beberapa waktu yang lalu.

“Untuk kegiatan APP, umat diimbau tetap mengimplementasikan tema APP Paskah 2020 Keuskupan Bogor yaitu Bijak Menggunakan Plastik dengan mengurangi penggunaan plastik di rumah,” kata Romo Anton, kepada Radar Depok, Minggu (29/3).

Dia mengungkapkan, kegiatan kalender paroki dan kegiatan non-rutin dalam reksa pastoral paroki juga ditiadakan. Termasuk di antaranya semua kegiatan persiapan perayaan Paskah 2020. Bapa Uskup Keuskupan Sufragan Bogor akan menyampaikan secara resmi sikap pastoral gereja dalam waktu dekat ini. Ketentuan-ketentuan lain akan diatur kemudian didasarkan pada keputusan gereja lokal Keuskupan Sufragan Bogor.

“Semoga Tuhan melindungi dan menjauhkan kita semua dari berbagai cobaan, serta menguatkan kita dalam masa menyongsong Wafat dan Kebangkitan Kristus, Sang Penyelamat Dunia,” ujarnya.

Sementara itu, DPP Paroki St Paulus Depok mengambil langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19, dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di setiap sudut gereja, pada Kamis kemarin.

Ketua Seksi Kesehatan Paroki St Paulus Depok, Maria Madona menjelaskan, penyemprotan dilakukan secara mandiri. Artinya, gereja membeli semua perlengkapan termasuk alat semprot dan cairan disinfektan.

“Jadi kapan pun diperlukan, bahkan setiap saat kami bisa melakukan penyemprotan. Harapannya, umat merasa nyaman dan aman ketika melakukan ibadah atau berkegiatan di gereja,” tandas Madona. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya