Beranda Metropolis Ini Besaran Rencana Kenaikan Tarif Ojol

Ini Besaran Rencana Kenaikan Tarif Ojol

0
Ini Besaran Rencana Kenaikan Tarif Ojol
MEMBAWA PENUMPANG  : Pengemudi ojek online saat membawa penumpang ketika melintas di kawasan Jalan Boulevard Raya, Grand Depok City. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
tentang tarif ojol
MEMBAWA PENUMPANG  : Pengemudi ojek online saat membawa penumpang ketika melintas di kawasan Jalan Boulevard Raya, Grand Depok City. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Depok yang biasa menggunakan jasa ojek online (ojol), sepertinya tak lama lagi kena tarif baru. Kementerian Perhubungan (Kemenhub), memastikan kenaikan tarif ojol sudah final. Naiknya Rp100 per kilometer (Km) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Menurut driver Grab Depok, Riko mengaku, naiknya belum seperti yang diinginkan kawan-kawan. Seharusnya kenaikannya Rp200 hingga Rp250 perkilometernnya. Dengan nilai seperti itu baru sangat wajar. Mengingat, saat ini sudah banyak yang beralih profesi jadi ojol. “Ya mudah-mudahan sebelum ditetapkan bisa naik lagi tarifnya,” singkatnya kepada Radar Depok, Rabu (4/3).

Sementara, pelanggan ojol, Safitri N mengatakan, tidak mempermasalahkan atas kenaikan tarif ojol. Hanya saja, dia meminta pelayanan bisa ditambah. Dimaksud pelayanan ditambah, seperti helm yang layak dan mengendarai kendaraan dengan sangat hati-hati. “Saya pernah mendapatkan ojol yang helmnya tidak layak. Nah ini yang harus diperhatikan,” jelas warga Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong ini.

Terpisah, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengaku, sudah ada keputusan final soal kenaikan tarif ojol. Budi menyebut, usulan awal tarif ojol menjadi Rp2.500 per kilometer (km) akan kembali disesuaikan. Kemungkinan tarif ojol hanya naik Rp100 per km saja untuk wilayah Jabodetabek. Dengan begitu, tarif ojol nantinya Rp2.100 per km.

“Naiknya sedikit. Paling 100 perak. Cuma untuk DKI Jakarta sekitarnya saja,” ungkap Budi.

Seperti diketahui dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019, tarif diatur dengan skema zonasi. Jabodetabek sendiri masuk ke dalam zona II dengan tarif per kilometer cuma Rp2.000.

Budi mengungkapkan, sudah ada kesimpulan yang final dari pembahasan kenaikan tarif ojol. Namun, belum bisa diputuskan karena masih harus ada yang dilaporkan ke Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Sudah final kemarin. Tapi harus ada pembahasan lagi lapor ke pak Menteri, dalam waktu dekat lah bisa selesai, yang jelas akan kami naikkan tarifnya,” ungkap Budi.

Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengatakan driver sendiri menginginkan tarif dinaikkan 10% alias naik Rp200. Sehingga tarifnya menjadi Rp2.200 per kilometer.

“Garda pernah berikan usulan tarif Zona 2 Jabodetabek, kenaikan 10% dari nilai existing saat ini yaitu Rp2.200/km atau sewajarnya Rp2.250/km nett tanpa potongan,” kata Igun.

Meski begitu, Igun mengatakan pada prinsipnya driver sendiri menyerahkan dan mempercayakan mekanisme kenaikan tarif kepada Kementerian Perhubungan. “Mekanisme tarif kami serahkan kepada Kemenhub sebagai regulator,” ungkap Igun.

Menurutnya, dalam menghitung kenaikan tarif Kemenhub akan berpatokan pada biaya modal dan operasional driver. Selain itu juga memperhatikan kemampuan membayar dari konsumen. (rd)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71)

Editor : Pebri Mulya