IPLT waspada korona
LAWAN KORONA : Petugas IPLT saat menggunakan hand sanitaizer saat melakukan aktifitas pelayanan, di kantor IPLT Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Rabu (18/3). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
IPLT waspada korona
LAWAN KORONA : Petugas IPLT saat menggunakan hand sanitaizer saat melakukan aktifitas pelayanan, di kantor IPLT Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Rabu (18/3). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CILODONG – Menindak lanjuti Surat Edaran (SE) Walikota, Instalasi Pembuangan Limbah Terpadu (IPLT) Kota Depok bergerak cepat menangkal penyebaran Virus Korona, mulai dari pengurangan jam operasional kerja, hingga menempatkan hand sanitaizer.

Kepala IPLT Kota Depok, Burhanudin menjelaskan, dikurangi jam operasional kerja atas instruksi dari Walikota, bahwa jam kerja di kantornya harus hingga jam 14.00 WIB. Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat pelayanan penyedotan bersifat di luar ruangan dan pelayanan harus tetap berjalan.

“Pelayanan permintaan masyarakat kita tutup sampai jam 11.00 WIB. jadi kita ukur waktunya pekerja 3 sampai 4 jam melakukan penyedotan, jadi kita sepakat untuk benar benar tutup di jam 14.00 WIB, mobil yang keluar sudah harus balik kantor di jam segitu,” jelasnya kepada Radar Depok.

Hal tersebut, sambung Burhanudin, dilakukan agar pelayanan agar tetap berjalanan maksimal bagi masyarakat. Namun, apabila ada masyarakat ada permintaan di atas jam 11.00 WIB akan dilakukan pelayanan di hari berikutnya.

“Nah itu untuk hari biasa. berbeda lagi kalau Jumat. pelayanan call hanya dibuka sebentar sampai jam 09.00 WIB agar para karyawan yang keluar bisa kembali pada pukul jam 11.00 WIB. Itu juga harus lihat jarak tempuhnya,” ungkap Burhanudin.

Burhanudin menerangkan agar seluruh karyawan bisa beribadah sholat jumat di masjid dekat dengan kediamannya masing-masing.

“Untuk Sabtu kami liburkan, ini selama instruksi berlangsung 14 hari ke depan. Biasanya kita libur hanya Minggu dan hari besar perayaan, seperti lebaran,” terangnya.

Ia juga menuturkan, untuk sementar waktu tidak melayani pelayanan pada pusat keramaian, seperti pusat perbelanjaan, tempat makan atau restoran, perkantoran, sekolah, dan lainnya. Hanya saja bila dalam kondisi mendesak atau bak penampungan tinja sudah penuh. Maka, pihaknya wajib untuk dilakukan penyedotan.

Burhanudin menambahkan, demi memberikan keamanan karyawan, empat titik penting diletakan hand sanitaizer di seluruh kantor IPLT, seperti kantor, pos keamanan, hanggar pengolahan, serta pada 12 mobil operasional.

“Kalau untuk penggunaan masker itu sudah menjadi standart keamanan di kantor kami,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya