Kecamatan Tapos IPM Terendah Kedua se-Depok

In Satelit Depok
lokmin kecamatan tapos
SOSIALISASI : Kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor, di kantor aula Kecamatan Tapos, Jumat (6/3). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Meningkatkan derajat kesehatan, perlu dukungan dari seluruh stakeholder agar meminimalisir permasalahan penyakit. Sebab, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kecamatan Tapos urutan dua terbawah se-Kota Depok. Hal tersebut terungkap dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor di Aula Kantor Kecamatan Tapos, Jumat (6/3).

Camat Tapos, Dadi Rusmiadi mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kegiatan seluruh stakeholder yang ada di Kecamatan Tapos, dengan tugas pokok dan fungsinya yang berbeda-beda, tetap komit terhadap peningkatan masalah kesehatan di kecamatan tapos.

“Masalah pemberantasan penyakit menular dan tidak menular, itu harus melibatkan kader posyandu, posbindu dan lainnya. Dengan harapan, permasalahan penyakit yang ada di wilayah Tapos ini dapat dikendalikan. Artinya ada penyakit tetapi sudah dalam pengawasan dan sedang diatasi,” ucapnya kepada Radar Depok.

Ia mengungkapkan, Kecamatan Tapos berada di urutan dua terbawah terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) se-Kota Depok, yang menjadi penyebabnya, yaitu masalah di bidang kesehatan dan daya beli.

“Karena memang, tingkat perekonomian di Tapos ini belum merata, serta rendahnya pendidikan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pendapatan disini masih rendah. Dengan rendahnya pendapatan, tentu kesehatan juga menjadi permasalahan utama yang dihadapi,” ucap Dadi.

Sementara itu, Dinas kesehatan yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Umi Zakiati mengungkapkan lokmin lintas sektor ini merupakan kegiatan rutin Puskesmas khususnya untuk bidang kesehatan.

“Bertujuan untuk bisa menggalang sinergisme kepada seluruh stakeholder untuk bersama-sama memberikan solusi terkait permasalahan-permasalahan di bidang kesehatan di wilayah Tapos,” tuturnya.

Dalam kesempatan tesebut, dirinya juga mensosialisasikan cara pencegahan Covid-19 yang saat ini sedang ramai jadi perbincangan.’

“Mungkin sudah banyak beredar di internet, tetapi yang perlu menjadi perhataian yaitu banyaknya berita-berita diluar sana yang tidak benar, untuk itu perlu kebijaksanaan kita dalam membaca sebuah pemberitaan,” himbaunya.

Virus ini memang merupakan virus  mutasi baru, yang obat dan vaksinnya belum ditemukan semenjak mulai berkembang diberbagai dunia. Ternyata memang angka penuarannya cepat.

“Cara pencegahan, dengan membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). jika sakit menggunakan masker dan segera mendatangi pelayanan kesehatan terdekat,” tuturnya.

Berdasarkan gejala yang ada, juga dapat dilihat dari riwyat perjalanan, atau kontak erat yang positif nanti akan pihak kesehatan akan kategorikan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Kedepannya, diharap jika ada tetangga, keluarga yang memiliki gejala seerti diatas maka segera melaporkan ke call center crisis covid Kota Depok, untuk segera didata dan dilakukan penanganan,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas UPTD Tapos menuturkan, tujuan diadakannya Lokakarya Mini Lintas Sektor ini, adalah untuk  menyampaikan hasil kegiatan  2019.

“Tentu, masih ada permaslahan-permaslahan kesehatan yang ada di wilayah kecamatan Tapos. Kita harapkan dalam pertemuan ini, seluruh lintas sektor bisa memberikan kontribusi untuk meminimalisir masalah kesehatan yang ada di Kecamatan Tapos ini,” ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, permasalahan kesehatan yang masih banyak dijumpai di Kecamatan Tapos, yaitu kebiasaan merokok dan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk penderita TB Paru.

“Masalah yang masih cukup berat itu adalah merokok, masih banyak kebiasaan masyarakat yang  sulit untuk diubah. Walaupun secara data yang ada, angka merokok ini sudah mulai menurun, tetapi dibeberapa kelurahan belum ada perubahan yang signifikan,” jelasnya.

Sedangkan untuk TB Paru, karena merupakan penyakit yang cukup menular,  maka harus sebanyak mungkin ditemukan dan memang hasil penemuan TB ini belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Baru sekitar 80 persen, dari harapan 100 persen. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PMI sentuh rumah roboh

PMI Depok Sentuh Rumah roboh di Kalimulya

MENYERAHKAN : Petugas PMI Depok saat menyerahkan bantuan kepada Nunung pemilik rumah yang ambruk di

Read More...
penyekatan kota depok di terminal

90 Motor, 28 Mobil, dan 8 Bus Putar Balik di Depok

SIAGA DAN DIPERIKSA : Untuk mencegah masyarakat melakukan perjalanan Mudik, Jajaran Polres Metro Depok melakukan

Read More...
sampah di kali grogol

Kali Jalan Raya Grogol Penuh Sampah

JOROK : Titik sampah di kali Jalan Raya Grogol. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM, LIMO – Aliran

Read More...

Mobile Sliding Menu