Kelompok Tani Togahorti Bibase : Edukasi Anggota hingga Bangkitkan Ekonomi

In Metropolis
kelompok tani togahorti bibase
KREATIF : Kelompok Tani Togahorti Bibase Beji berfoto bersama usai melakukan produksi minuman herbal, di kawasan Jalan Rawamaya 1 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji. FOTO : AGUNG/RADAR DEPOK

 

 RADARDEPOK.COM, DEPOK – Di kawasan Beji pada 28 Agustus 2018 lahirlah Kelompok Tani Togahorti Bibase. Nama tersebut dibentuk berdasarkan hasil musyawarah para alumni Karang taruna RW05 Kelurahan Beji, yang mengandung makna Tanaman Obat Keluarga (Toga), Hortikultura (Horti), Bikin Badan dan Dompet Sehat (Bibase).

Penyuluh Pertanian Kecamatan Beji, Yoyo Suryono mengatakan, Kelompok Tani Togahorti Bibase memiliki visi terciptanya lingkungan hidup yang asri, aman, sehat, rindang, indah, dan kesejahteraan hidup anggota yang diridhoi serta lestari

“Membina orang ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh perhatian, dan waktu agar pengurus berfungsi sesuai tugas masing-masing,” ungkap Yoyo kepada Radar Depok.

Selain visi, mereka juga mempunyai misi meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan para anggota, masyarakat dalam bidang pertanian, lingkungan hidup, entrepreneurship, dan bidang lainnya yang dipandang perlu dan mampu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dan masyarakat.

“Banyak nilai edukasi yang kami sampaikan, mulai dari teknis budidaya tanaman toga, sayuran, tanaman buah, perbanyak bibit tanaman toga, pembuatan rak vertikultur, hingga pelatihan pembuatan pupuk organik cair,” terang Yoyo.

Senada, Seksi Produksi Olahan, Atiah Naat menuturkan, olahan tanaman obat yang diproduksi Kelompok Tani Togahorti Bibase yaitu Wedang Uwuh, Sereh Manis, Beras Kencur, Kunyit Asam, Sereh Manis, dan Empon-Empon Temulawak. Menurutnya, minuman obat tersebut masin-masing memiliki khasiat yang berbeda.

Misalnya, beras kencur untuk meringankan batuk dan menambah nafsu makan. Kemudian sereh manis untuk melancarkan pencernaan hingga menurunkan berat badan. Lalu ada wedang uwuh sebagai antioksidan.

“Ada juga Empon-Empon untuk menambah stamina dan ketahanan tubuh. Sedangkan kunyit asam untuk melancarkan pencernaan, menurunkan berat badan, serta mengobati sakit lambung,” terang Atiah kepada Radar Depok.

Hingga saat ini kelompok tani tersebut memiliki sekitar 24 anggota. Sedangkan minuman kesehatan yang diproduksi bisa mencapai 500 botol dalam satu bulan dari berbagai pesanan, dengan harga Rp13 ribu per botol. Menurut Atiah, jalur pemasaran semakin menunjukan peningkatan dan mulai ramai, bisa melalui pesanan, event, bazaar, dan pasar tani yang rutin digelar di Balaikota Depok setiap bulan.

“Alhamdulillah untuk bahan baku kami mengelola sendiri dari Toga. Ada sereh, daun dewa, daun kelor, jahe, kunyit, lidah buaya, dan lain-lain,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : M. Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

tarif listrik PLN

Tarif Listrik Indonesia Termurah Keempat di Asia Tenggara, Berikut Daftarnya

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Beberapa hari ini, banyak pelanggan yang mempertanyakan adanya tagihan listrik yang tiba-tiba naik

Read More...
SMAN 10 Depok berbagi sembako

SMAN 10 Depok Berbagi Paket Sembako

BERBAGI : Kepala SMAN 10 Depok, Siti Faizah (kiri) memberikan paket sembako kepada siswa dan

Read More...
ilustrasi pemeriksaan suhu badan pengendara

Begini Batasan Operasional Kendaraan di PSBB Jawa Barat

ILUSTRASI : Petugas memeriksa suhu tubuh pengendara saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna percepatan

Read More...

Mobile Sliding Menu