Kemensos Gelontorkan Rp1,3 Triliun

In Satelit Depok
PKH Kelurahan curug
SOSIALISASI : Masyarakat Kelurahan Curug mengikuti Family Development Session (FDS) yang merupakan bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH), di aula Kantor Kelurahan setempat, Rabu (11/3). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan di Indonesia, termasuk propinsi Jawa Barat. Menteri Sosial Juliari P Batubara menjelaskan berbagai stimulus diberikan pemerintah untuk menekan angka kemiskinan tersebut termasuk memberikan bantuan Program Sembako sebesar Rp.1.287.983.150.000 untuk 2.550.001 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Propinsi Jawa Barat.

“Pemerintah telah bertekad agar jumlah penduduk miskin di Indonesia terus berkurang. Bantuan ini merupakah salah satu stimulus untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan di Jawa Barat,” kata Mensos.

Berdasarkan jumlah, penduduk miskin pada September 2019 sebesar 3,38 juta orang, mengalami pengurangan mencapai 23,27 ribu orang dibandingkan pada posisi Maret 2019. Atau, selama satu tahun pada periode September 2018-September 2019 penduduk miskin di Jawa Barat turun cukup signifikan mencapai 163,51 ribu orang.

Menurut Mensos, hal ini menunjukkan upaya penanganan kemiskinan yang dilakukan pemerintah, yang salah satunya adalah Program Sembako dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Mari kita bersama-sama bekerja guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera,” katanya.

Mensos menambahkan, program sembako ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang lebih bergizi seimbang dan secara umum Program Sembako ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin agar dapat keluar dari garis kemiskinan.

“Terhitung mulai bulan Maret 2020 ini, Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah menambahkan nilai bantuan sosial (bansos) pangan sebesar Rp50.000 per KPM.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara meminta kepada KPM Program Sembako, agar segera membelanjakan uang tersebut, agar dapat menggerakkan perekonomian.

“Mulai bulan Maret ini, kami sudah menambahkan indeks Program Sembako sebesar Rp50.000 per KPM. Dengan demikian, dari semula indeks Program Sembako Rp150.000/KPM/bulan menjadi Rp200.000/KPM/bulan.  Saya mohon kepada KPM untuk segera membelanjakan tambahan dana ini, agar menggerakkan perekonomian,” katanya.

Kebijakan ini ditempuh, kata Mensos, karena diperkirakan dampak dari penyakit yang disebabkan virus corona itu cukup serius, yakni dikhawatirkan menimbulkan perlambatan perekonomian Indonesia.  Tentu saja, hal ini perlu diantisipasi, agar tingkat konsumsi masyarakat, termasuk KPM penerima bansos, terjaga.

“Ini crash programme , yakni merupakan respon pemerintah untuk menjaga konsumsi di lapisan terbawah agar tidak terganggu oleh perlambatan ekonomi,” pungkasnya.

Sementara, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama mengatakan, Bantuan sosial yang diserahkan dari Kementerian Sosial RI untuk kabupaten Cianjur tahun 2020 sebesar Rp.206.436.875.000.

“Bantuan tersebut terdiri dari Bantuan Program Keluarga Harapan Reguler sebesar Rp.101.165.275.000 untuk 129.842 KPM dan Bantuan Program Sembako sebesar Rp.105.271.600.000 untuk 209.612 KPM di periode Januari, Februari dan Maret 2020,” katanya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah, Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Partai demokrat depok berbagi

Demokrat Depok Sebar 3.165 Sembako

BERBAGI : Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus didampingi pengurus lingkungan setempat saat

Read More...
kondisi terminal depok di korona

Tinggal Bus Jenis Ini yang Beroperasi di Terminal Depok

ILUSTRASI : Suasana Terminal Terpadu Depok yang tampak lengan dari aktifitas naik turun penumpang. FOTO

Read More...
ATM si komandan sukmajaya

ATM si Komandan ‘Door to Door’ di Sukmajaya

PEDULI RAKYAT : Babinsa Koramil 03/Sukamajaya saat memberikan beras dari ATM si komandan ke warga

Read More...

Mobile Sliding Menu