Kisah Sukses Bucket Bunga Retno Apriani : Modal Kreatifitas Dapat Omset Hingga Belasan Juta

In Ekbis dan Hiburan
bucket bunga retno apriani
INSPIRATIF : Owner bucket bunga, Retno Apriani (kiri) saat mengantar pesanan ke pelanggannya. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

Retno Apriani wanita berusia 25 tahun ini mulai menjalani usaha bucket bunga pada 2018, saat dirinya masih duduk di bangku kuliah. Dengan kreatifitas yang ia miliki, kini dirinya mampu meraih omset hingga belasan juta dalam setiap bulannya.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Berawal dari kreatifitasnya yang tinggi, dan suka mencoba hal-hal yang baru membuat Retno Apriani (25) yang berprofesi sebagai salah satu tenaga medis disebuah Rumah Sakit dikawasan Depok ini mengembangkan hobinya dengan membuat bisnis bucket bunga yang terbuat dari flanel.

Dirinya melihat ada peluang besar dalam bisnis tersebut, ia menjalani usaha ini saat dirinya masih duduk dibangku kuliah pada 2018 lalu. Karena menurutnya bucket bunga sangat banyak diburu dikalangan mahasiswa, ketika teman ulang tahun, sidang hingga wisuda.

“Awalnya iseng-iseng aja si, setelah pulang kuliah coba-coba bikin dan post di sosial media, ternyata banyak yang tertarik hingga akhirnya memesan,” ucpa Retno kepada Radar Depok, Senin (2/3).

Setelah makin banyak yang memesan, dirinya pun semakin semangat menjalani usahanya. Apalagi menurutnya dapat menambah uang jajan kuliah saat itu. Dengan bermodalkan ilmu otodidaknya, kini usahnya semakin berkembang dan dibanjiri banyak pesanan saat menjelang hari-hari besar.

Jika musim sidang dan wisuda, bisa menerima ratusan bucket dengan berbagai model dan ukuran sesuai dengan keinginan konsumennya. Berbicara masalah harga, kreatifitas Retno itu cukup ramah di kantong mahasiswa, mulai dari Rp30 ribu hingga Rp 80 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya.

“Ketika sudah bekerja saya rada susah bagi waktunya, untuk itu setiap ada pesanan dibantu dua adik saya ,” jelasnya.

Selain harganya yang terjangkau, pemesan bisa membayarnya di tempat saat pesanan diantar atau disebut dengan Cash On Delivery (COD), jadi sangat membudahkan pembeli. Dirinya membuat dirumahnya di wilayah Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis.

Dengan ketekunannya menjalani usaha tersebut, kini dirinya mampu mengantongi hingga jutaan rupiah, bahkan jika memasuki musim wisuda dirinya mendapatkan keuntungan hingga belasan juta rupiah. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu