Korona, Siapa Takut!

In Utama
konfrensi pers menkes virus korona
BERI KETERANGAN : Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto ketika memberikan keterangan pers di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jalan Raya Margonda, Senin (2/3). FOTO : DEVINA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK — Penanganan virus Covid-19 atau yang biasa disebut corona di Kota Depok berbeda dengan penanganan virus di negara lain, virus yang sudah membunuh sekitar 3.000 korban jiwa yang tersebar di dunia, ditanganai dengan cara yang jauh lebih santai dibandingkan negara lain. Bahkan, Menteri Kesehatan Agus Terawan melarang penggunaan masker bagi orang sehat.

Tidak tanggung-tanggung menteri yang terkenal dengan teknik Terapy Cuci Otak  ini meminta kepada walikota dan jajaran forkopimda, untuk mencopot masker yang dipakainya saat memasuki Rumah Sakit Mitra Keluarga yang diduga ada 76 karyawannya yang berinteraksi dengan dua warga kota Depok yang di vonis positif virus korona.

“Kok pada make masker, memang kalian sakit semua. Kalau tidak sakit sebaiknya dicopot aja maskernya,” tegas Agus kepada Walikota dan jajaran Forkopimda Depok, Senin (2/3).

Otomatis Walikota Depok Mohamad Idris, Sekertaris Daerah Hardiono, Kadiskominfo Sidik Mulyana, Kadinkes Novarita, Dirut RSUD dr Devi Mayori dan beberapa pejabat yang menemani Agus Terawan berjalan kelantai 5 RS Mitra Keluarga serentak mencopot masker yang dikenakannya.

Menkes  yang datang sekitar pukul 17:00 di RS Mitra Keluarga  menuturkan, apa yang dilakukan sudah sesuai standar WHO. Misalnya penggunaan masker. Terawan mengatakan, hanya yang sakit saja yang menggunakan masker.

“Saya luruskan, yang nggak sakit ya nggak pakai masker, supaya bisa dibedakan. Ini bukan saya ngarang, tapi memang aturan yang ada,” tegas Terawan.

Terawan menyebutkan, virus Korona bakal sembuh sendiri seperti virus-virus lainnya yang menjangkit orang Indonesia. Sementara terkait 76 orang terindikasi virus Korona yang merupakan pekerja RS Mitra Keluarga, Terawan menegaskan mereka berada dalam pengawasan.

“Orang-orang tersebut sedang dalam pengawasan. Tinggal tunggu selama 14 hari, perkembangannya bagaimana,” ujar Terawan.

Selain itu, Menkes berpesan kepada Direktur Utama RS Mitra Keluarga bahwa pekerjanya aman untuk kembali ke rumah sakit. Menurutnya, menggunakan masker selama bekerja itu sudah cukup. Selain itu, untuk tenaga medis yang pernah kontak bisa kerja lagi. Cukup menggunakan masker dan pastinya ada pantauan, karena pernah kontak dengan pasien.

“Korona, Siapa Takut. Jangan lupa tingkatkan imunitas tubuh,” tegasnya.

Sementara itu, direktur Utama RS Mitra Keluarga,drg Elisabeth Setia Dewi tidak mau komentar banyak mengenai nasib ke 76 anak buahnya yang terindikasi terpapar Korona karena pernah berinteraksi dengan dua pasien positif yang sempat dirawat di rumah sakit yang dikelolanya. “Saya serahkan semuanya sama menkes, saya tidak bisa menjelaskan lebih banyak,” jelas

“Memang sudah dari kemarin, sekarang sih masih dirumah , kita kordinasikan dengan Dinkes. Tidak ada gejala , semua sehat,” tambahnya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anung Sugihantono menyampaikan, pihaknya sudah mengantongi 48 nama. Daftar tersebut masuk kategori kontak erat, kontak dekat, dan kontak satu area. Kemenkes juga telah melakukan clustering untuk mengetahui attack risk dari kontak yang terjadi.  ”Tidak boleh diumumkan siapa dan di mana. Saya tahu (nama 48 orang tersebut, red). Tapi saya gak mau mengumumkan,” tegasnya.

Semuanya dalam tahap pengawasan, tapi tidak semuanya akan diswab. Dia menjelaskan, pemeriksaan laboratorium akan diwajibkan bagi mereka yang masuk kategori kontak erat. Misalnya, telah melakukan sentuhan badan. Pemeriksaan ini guna memastikan apakah yang bersangkutan terinfeksi korona atau tidak.

Beda lagi dengan kontak dekat. Apabila ada yang melakukan kontak dekat dengan orang yang dinyatakan positif, maka yang bersangkutan berada dalam proses pemantauan. Jika jumlahnya lebih dari satu, maka pemantauan ini bisa dilakukan pengambilan sampel secara acak untuk kemudian dilakukan pemeriksaan.

Sementara, untuk orang yang masuk kategori berada dalam satu ruangan atau area dengan orang yang terinfeksi korona juga akan dipantau kondisinya. Tapi tidak semua diswab. Yang bersangkutan diminta segera memeriksakan atau melapor jika muncul gejala. ”Kita sudah kantongi namanya dan kita pantau,” tegasnya.

Disinggung soal kemungkinan sterilisasi lokasi, baik kediaman, tempat latihan dansa, hingga rumah sakit, Anung mengaku belum sampai tahap sana. Kemenkes baru pada tahap menelusuri close contact.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  yang juga hadir dalam pertemuan dengan Kemenkes tersebut mengumumkan status siaga satu di Jawa Barat sejak dua Minggu lalu. “Kita dapat berita yang langsung diumumkan presiden terkait positif covid 19 atau virus corona. Kita bicara fakta dulu, saya sudah koordinasi dengan Menkes, pertama lokus terinfeksinya di Jakarta. Jadi belum ada bukti fakta bahwa lokus terinfeksinya di Kota Depok,” jelas dia.

Ridwan pun mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tetap tenang. Pihaknya akan terus memantau semua perkembangan yang ada. “Dari Pak Menteri juga sebagai referensi kami itu virusnya tidak menempel di benda mati, hanya melalui kontak langsung,” jelas dia.(rd)

 

Jurnalis : Devina

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu