KPU Depok Fokus Isolasi Mandiri

In Politika
penundaan pilkada depok
TAHAPAN PEMILU : Ketua KPU Depok, Nana Shobarna didampingi jajaran komisioner saat menyerahkan berkas hasil perbaikan DPT Pemilu 2019 ke Komisioner Bawaslu Kota Depok di Kantor Sekretariat KPU Kota Depok, Jalan Kartini Raya, Nomor 19, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setelah mengumumkan penundaan beberapa tahapan dalam Pilkada serentak 2020, KPU Kota Depok fokus untuk mengisolasi mandisi sesuai arahan dari pemerintah dan menerapkan work from home (WFK), sambil menunggu arahan selanjutnya dari KPU RI dan pemerintah.

Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna mengungkapkan, dengan dilakukan penundaan tahapan hingga batas waktu yang belum ditentukan, saat ini KPU Kota Depok diminta untuk menunggu arahan dan petunjuk selanjutkan.

“Jadi sifatnya kami diminta untuk menunggu arahan dan petunjuk selanjutnya. Sehingga, kami mengambil langkah selama penundaan, kami fokus untuk mengisolasi mandiri sesuai arahan dari pemerintah, jika ditemui pekerjaan yang mendesak, kami lakukan melalui teknologi informasi (TI) dan sarana komunikasi yang digunakan,” kata Nana kepada Radar Depok.

Kemudian, sambung Nana, ketika penundaan dilakukan, pihaknya tetap melakukan komunikasi dan koordinasi menggunakan sarana komunikasi yang ada, sambil terus melakukan sosialisasi di laman KPU Depok dan media sosial yang dimiliki.

“Work From Home pun sudah diatur juga oleh KPU RI, paling kami akan memaksimalkan itu sementara. Sekiranya kondisinya sudah memungkinkan, maka kami menunggu arahan selanjutnya dari pimpinan kami di tingkat pusat,” sambungnya.

Pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) sudah lewat dari jadwal semula yakni 22 Maret dan perekrutan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dijadwalkan pertengahan April. Sehingga, kata Nana, mau tidak mau, jika menunda satu tahapan, tentu akan berimbas pada tahapan lainnya.

“Di sana lah seninya dalam Pilkada. Kami harus benar-benar melaksanakan tahapan tersebut sesuai dengan jadwal. Tapi, kami pun memaklumi bersama, kondisi yang seperti sekarang, untuk mengutamakan keselamatan bersama,” tegasnya.

Ditanya terkait kemungkinan terburuk penundaan Pilkada serentak 2020 yang akan dihelat 23 Septermber, Nana kembali menegaskan, pihaknya sebagai lembaga penyelenggara Pemilu tingkat kabupaten/kota adalah prajurit dan hal tersebut merupakan keputusan komandan di pusat.

“Keputusan apapun, kami siap menerima dan melaksanakan,” tegas Nana.

Menghadapi penyebaran virus Korona ini, Nana menambahkan, pihaknya sudah merancang sejumlah pencegahan, seperti beli alat ukur suhu, menyiapkan masker, hand sanitizer. Tapi, saat ini, pihaknya lebih berbicara dari sisi kemanusiaan. Sehingga, dalam kondisi saat ini KPU mengikuti arahan dari pemerintah.

“Alhamdulillah, seluruh personel kami dari komisioner, sekretariat, PPK dan PPS, diberikan kesehatan. Sebab, kami sudah memberlakukan SOP keamanan dan kesehatan mencegah penyebaran virus Korona, seperti di kantor menggunakan masker, menyiapkan hand sanitizer sejak beberapa hari lalu. Bahkan, tamu yang datang kami lakukan cek suhu tubuh dan harus menggunakan masker serta hand sanitazer, sambil menerapkan phsycal distancing,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu