Walikota Depok, Mohammad Idris.
walikota depok tentang korona
Walikota Depok, Mohammad Idris.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penyebaran Virus Korona atau Covid-19 di Kota Depok kembali mengalami peningkatan. Jumat (27/3), warga positif korona bertambah 1 jadi 21 orang. Bahkan, korban meninggal pun bertambah satu menjadi dua jiwa. Depok saat masih kelimpungan dengan minimnya Alat Pelindung Diri (APD).

Ketua Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, jumlah kasus yang terkonfirmasi bertambah dari yang sebelumnya 20 orang menjadi 21 orang. Dia menjelaskan, jumlah yang sembuh dari positif virus korona ada sebanyak 4 orang, dan yang meninggal dua orang.

Sementara, untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah sebanyak 193 orang, dengan rincian yang sudah ditangani sebanyak 15 orang dan 178 orang masih dalam pengawasan.

“Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 71 orang menjadi 720 orang. 187 orang sudah ditangani dan 533 masih dalam pemantauan,” ujar pria yang juga Walikota Depok dalam keterangan persnya yang diterima Radar Depok, Jumat (27/03).

Walikota mengaku, tenaga-tenaga medis di Kota Depok krisis  APD menghadapi pandemi Covid-19 yang terus meluas. “Persediaan atau stok APD di rumah sakit dan puskesmas saat ini sangat terbatas, karena APD sangat langka di pasaran sehingga kami kesulitan dalam pengadaan barang,” tutur Idris.

Idris mengaku, Depok tak menerima bantuan kiriman APD dari Pemprov Jawa Barat hingga hari ini. “Sedangkan, dari pemerintah pusat, (APD) diberikan sangat terbatas bersamaan dengan alat rapid test (uji cepat Covid-19),” kata dia. Idris enggan membeberkan, jumlah stok APD yang tersedia hari ini dan prediksi sampai kapan persediaan itu bisa bertahan.

Dia berjanji, jajarannya terus berupaya mencari pengadaan APD untuk tenaga-tenaga medis. “Kami terus berupaya mengakses ke banyak distributor untuk penyediaan APD ini,” tutup dia. (rd)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71)

Editor : Pebri Mulya