Beranda Satelit Depok Lebih Dekat dengan Bhabinkamtibmas Cipayung : Rangkul Pelajar, Fokus Cegah Tawuran

Lebih Dekat dengan Bhabinkamtibmas Cipayung : Rangkul Pelajar, Fokus Cegah Tawuran

0
Lebih Dekat dengan Bhabinkamtibmas Cipayung : Rangkul Pelajar, Fokus Cegah Tawuran
AKRAB : Bhabinkamtibmas Kelurahan Cipayung, Aiptu Muhammad Nur bersama pelajar SMK Izzata dan SMK Arjuna Jalan Pitara Jembatan Serong. Kelurahan/Kecamatan Cipayung. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
binmas cipayung dengan pelajar
AKRAB : Bhabinkamtibmas Kelurahan Cipayung, Aiptu Muhammad Nur bersama pelajar SMK Izzata dan SMK Arjuna Jalan Pitara Jembatan Serong. Kelurahan/Kecamatan Cipayung. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

Menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Cipayung, Aiptu, Muhammad Nur merangkul pelajar di wilayah binaannya, mulai dari nongkrong bareng sampai nimbrung kegiatan olahraga.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM – Gerbang besar bercat hitam dan pos keamanan bercat hijau yang menghiasi sekolah SMK Izzata dan SMK Arjuna, siang itu,  Rabu (11/03) sekitar pukul 13.00 WIB terlihat seorang Polisi dengan ban ditangan bertuliskan Bhabinkamtibmas tengah asyik bersenda gurau dengan pelajar. Ini bukan hal asing terlihat di sana.

Usut punya usut, rupanya, mereka yang berbeda profesi dan tentunya bergenerasi itu bersahabat bahkan, kerap bersama. Padahal, kawasan Jalan Pitara Jembatan Serong sempat dihebohkan dengan kasus tawuran pelajarnya.

Tak butuh waktu lama, sepeda motor pun segera markir dekat mereka. Muhammad Nur  yang mengetahui bahwa ada rekanan media yang hadir langsung melemparkan senyum.

“Bang sini duduk bareng bareng. Kita biasa nongkrong bareng kalau mereka pada pulang, supaya nggak pada bandel,” tuturnya sambil memberikan satu tempat duduk plastik.

Bangku yang sudah sediakan segera diduduki, pelajar membuka jalan sambil berjabat tangan untuk saling kenal satu sama lain. Ternyata, mereka sedang membicarakan otomotif, yang tak lain soal motor.

Bimas Cipayung yang biasa disapa Nur, memberitahukan dirinya siap menjadi lawan bicara pelajar mengenai hal apapun, asal mereka bisa terua bersahabat.

“Ngomongin apa saya ladenin, yang penting anak-anak ini jangan ada yang bandel atau tawuran. kasian ibu bapaknya, kasian gurunya, kasian juga sama saya yang bertugas disini,” ungkap Nur dihadapan para pelajar tersebut.

Pernah satu ketika, kata Nur, mereka berolah raga bersama yaitu main futsal. Alhamdulilah yang datang lumayan banyak dan mereka semua ceria.

Namun, ada salah satu pelajar yang memakai sweater merah, menyahut kalau Pak Nur sudah usia sehingga tidak lihai memainkan si kulit bundar. perkataan ini membuat Nur tertawa dan menepak bahu anak tersebut, sambil diiringi gelak tawa dari para pelajar.

“Ah pak Nur kurang jago. nggak kaya kita biar bandel tapi masih jago,” celotehnya yang disambut tawa rekannya.

Singkat cerita, perbincangan yang memakan waktu kurang lebih satu jam itu berakhir. para pelajar mengeluarkan sepeda motor mereka untuk menuju kediaman masing-masing.

Nur pun juga menunggangi kuda besinya bersama para pelajar tersebut untuk memberi kawalan agar tak terjadi yang tidak diinginkan. Tapi sebelum itu, mereka berfoto bersama di depan pos keamanan untuk menunjukan keharmonisan aparat kepolisian dengan para pelajar. (*)

 

Editor : Pebri Mulya