Beranda Metropolis Lima Kecamatan Bikin Gas 3Kg Langka

Lima Kecamatan Bikin Gas 3Kg Langka

0
Lima Kecamatan Bikin Gas 3Kg Langka
DISTRIBUSI : Pekerja saat memindahkan gas elpiji 3kg di pangkalan gas kawasan Kelurahan Boponter, Kecamatan Cipayung, beberapa waktu lalu. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
lima kecamatan gas 3 kg langka
DISTRIBUSI : Pekerja saat memindahkan gas elpiji 3kg di pangkalan gas kawasan Kelurahan Boponter, Kecamatan Cipayung, beberapa waktu lalu. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pengusaha bandel, dan penimbunan gas 3 kilogram (Kg) alias si melon menjadi masalah saat ini. Tercatat, berdasarkan perhitungan Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Cabang Kota Depok, ada lima kecamatan terjadi peningkatan permintaan.

Ketua DPC Hiswana Migas Cabang Kota Depok, Ahmad Badri mengatakan, peningkatan permintaan terdapat di lima kecamatan yang ada di Kota Depok. Lima kecamatan itu, Tapos, Sukmajaya, Cimanggis, Sukmajaya, dan Pancoranmas.

“Lima kecamatan permintaan meningkat, selebihnya normal, tapi ada sedikit peningkatan tapi tidak banyak. Ini yang menjadi catatatan kami,” singkat Ahmad Badri kepada Radar Depok, Kamis (5/3).

Sementara, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Anim Mulyana menyebut, kelangkaan gas di Kota Depok, salah satunya disebabkan menjamurnya usaha kecil menengah yang menggunakan gas tiga kilogram. Sayangnya, mereka malah menggunakan gas tiga kilogram untuk mencari keuntungan.

Menurutnya, paling banyak pengusaha laundry yang menggunakan gas tiga kilogram. Padahal, gas tiga kilogram hanya diperuntukan bagi warga miskin, dan usaha mikro, yang penghasilannya tidak lebih dari Rp1.500.000 per bulan. “Kami sedang pantau pengusaha yang bandel,” kata Anim.

Dia juga mengatakan, belum ada sanksi yang diberikan bagi pengusaha yang menggunakan gas tiga kilogram. “Belum ada saksi, paling kami hanya akan melakukan himbauan untuk menggunakan gas yang tidak bersubsidi,” terang Anim.

Anim meminta masyarakat membeli gas di pangkalan yang sudah bekerjasama dengan PT Pertamina. Sehingga mendapatkan harga Rp16.500, jika sudah dijual di warung sebagai pengecer harganya bisa sampai Rp21 ribu. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya