Beranda Pendidikan Lulusan Okupasi Terapi 100 Persen Terserap Dunia Kerja

Lulusan Okupasi Terapi 100 Persen Terserap Dunia Kerja

0
Lulusan Okupasi Terapi 100 Persen Terserap Dunia Kerja
PENDIDIKAN: Pada penerimaan mahasiswa baru UI tahun ajaran 2020/2021 pada Juni 2020, Vokasi UI akan membuka dan menerima mahasiswa program Sarjana Strata Satu Terapan (D4). FOTO : UI FOR RADAR DEPOK
vokasi UI untuk anak
PENDIDIKAN : Pada penerimaan mahasiswa baru UI tahun ajaran 2020/2021 pada Juni 2020, Vokasi UI akan membuka dan menerima mahasiswa program Sarjana Strata Satu Terapan (D4). FOTO : UI FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Berdasarkan tracer study yang dilakukan Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), tahun 2019 menyebutkan bahwa daya serap lulusan Okupasi Terapi (OT) Vokasi UI adalah 100 persen.

Artinya seluruh lulusan program studi OT diserap di dunia kerja dalam waktu 0-3 bulan dari waktu mereka lulus, bahkan 80 persen di antaranya telah terikat dinas dengan industri saat mereka masih berkuliah semester 5 dan 6 (belum lulus). Bagi siswa/i SMA/SMK/Sederajat yang ingin menjadi tenaga ahli profesional tingkat madya di bidang OT, maka program studi OT Vokasi UI menjadi pilihan tepat.

“Profesi ini terbilang sangat langka di Indonesia mengingat hanya ada dua pendidikan tinggi yang memiliki jurusan ini, namun kebutuhan akan tenaga ahli OT sangat mendesak,” ungkap Ketua Program Studi OT Vokasi UI, Gunawan Wicaksono.

UI telah memiliki program studi OT sejak tahun 1997 dan pada tahun 2008 masuk di bawah naungan Vokasi UI. Nantinya, pada penerimaan mahasiswa baru UI tahun ajaran 2020/2021 bulan Juni 2020, Vokasi UI juga akan membuka dan menerima mahasiswa untuk program Sarjana Strata Satu Terapan (D4).

OT merupakan salah satu profesi kesehatan yang membantu individu yang mengalami keterbatasan baik fisik atau mental untuk mampu mandiri di tiga area, yaitu produktivitas, aktivitas keseharian dan pemanfaatan waktu luang. Selain melaksanakan terapi, lulusan OT Vokasi UI juga mampu membuat alat bantu bagi pasien seperti alat bantunya seperti splint, modifikasi alat makan, dan sebagainya.

“Para mahasiswa OT di Vokasi UI memiliki keahlian penanganan okupasi terapi pada ruang lingkup pediatri (anak), geriatri (lansia), psikososial (gangguan jiwa), gangguan fisik, dan kesehatan kerja,” terangnya.

Selain itu lulusannya sebagian besar langsung diikat oleh instansi magang mereka, ada pula yang memperoleh pekerjaan di tempat yang berbeda dari lokasi magang. Selain itu, Program Beasiswa dari mitra Vokasi juga memberi kesempatan mahasiswa untuk berkarier di Rumah Sakit/Klinik yang bermitra.

“Sebut saja salah satunya Hermina Group, mereka memberikan beasiswa kepada mahasiswa kami yang duduk di semester 5 dan 6 untuk kemudian bekerja di jaringan rumah sakit yang dimilikinya,” tuturnya.

Lulusan OT sangat dibutuhkan di pelayanan kesehatan. Animo kebutuhan tenaga kesehatan di bidang OT masih sangat tinggi karena dalam kondisi ideal 1 orang pasien perlu ditangani sekurangnya selama 60 menit. Regulasi juga mengatur bahwa setiap Rumah Sakit minimal tipe C, Klinik, Sekolah-sekolah Inklusi, sekolah anak berkebutuhan khusus, dan yayasan yang bergerak di bidang geriatric harus memiliki layanan Okupasi Terapi. (rd)

 

Jurnalis : M. Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mulya