Mahasiswa Gundar Pelototi Kesepakatan dengan Kampus

In Utama
penjelasan dari universitas gunadarma
SEPAKAT : Warek III Universitas Gundar, Irwan Bastian (Dua dari kiri) penuhi tuntutan mahasiswa saat menggelar konferensi pers, Selasa (10/3). FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Usaha ribuan mahasiswa Universitas Gunadarma (Gundar) tak sia-sia. Saat audiensi mimbar bebas yang digelar di Plaza Kampus D, Jalan Margonda Raya. Rektorat kampus tersohor di Kota Depok ini menandatangani nota kesepahaman, yang disaksikan ribuan pasang mata mahasiswa, Senin (9/3) malam.

Kepada Radar Depok, Koordinator Aksi Gundar, Adeko mengungkapkan, setelah melakukan dialog dengan pihak kampus, mahasiswa Gundar sepakat dengan keputusan kampus. Semua tuntutan mahasiswa diterima pihaka rektorat. “Semua tuntutan kami diterima,” kata Adeko, Selasa (10/3).

Meski demikian, Adeko menyebut, mereka akan terus memantau langkah pihak kampus usai kesepakatan itu. Beberapa tuntutan juga disepakati dengan sejumlah catatan, seperti tuntutan revisi sistem pembayaran kuliah ‘pecah blangko’ versi baru.

“Soal pecah blanko balik lagi (ke versi terdahulu), dengan catatan dengan nilai disembunyikan saja, tapi masih bisa diurus,” ujar Adeko.

Ketika belum bayar, lanjut dia, teman-teman tidak lagi berisiko dianggap cuti, atau berisiko gagal dan tidak bisa lanjut kuliah. Karena, sebelumnya ada ancaman bahwa jika tidak membayar cicilan kedua, dalam waktu tertera, tidak bisa melanjutkan perkuliahan di semester berikutnya.

Soal tuntutan transparansi pengelolaan anggaran oleh pihak kampus, perlu menunggu satu pekan bagi para mahasiswa mendapat penjelasan. Pasalnya, tuntutan itu mesti dipenuhi dengan beberapa persiapan fasilitas. Seperti situs online soal pengelolaan anggaran yang dapat diakses oleh mahasiswa. “Intinya perjuangan kami tidak sia-sia,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Gundar, William mengatakan, terkait aksi kemarin dari tujuh tuntutan +1 tambahannya telah dipenuhi pihak kampus. Untuk kelanjutannya masih dalam rancangan. “Lebih tepatnya untuk menjaga ketika pihak kampus membuat kebijakan sepihak, tanpa melibatkan mahasiswa,” singkatnya.

Wakil Rektor III Universitas Gunadarma, Irwan bastian mengatakan, istilah ‘pecah blanko’ merupakan kebijakan kampus, yang memberikan kelonggaran terhadap mahasiswa dan orang tua. Untuk mengangsur biaya pendidikan, dan kebijakan tersebut telah berlangsung sejak 1998.

Pecah blangko UG tetap dilakukan hingga sekarang, untuk memberikan kemudahan mahasiswa yang merasa kesulitan pendanaan. Dia menjelaskan, saat ini pihak kampus telah menyempurnakan kebijakan pecah blanko sesuai dengan keinginan mahasiswa.

Antara lain, skema pembayaran terbagi menjadi dua tahap, sebesar 50 persen : 50 persen. Namun, jika mahasiswa belum bisa melunasi hingga akhir semester, maka mahasiswa tidak bisa melihat nilai di dalam studentsite.

Jika mahasiswa belum bisa melunasi hingga lulus. Mahasiswa tetap diberikan surat tanda lulus sementara hingga yang bersangkutan melunasi. “Pemberlakukan secara efektif penyempurnaan dimulai persemester genap Tahun Ajaran 2019/2020,” jelas Irwan Bastian kepada Harian Radar Depok, kemarin (10/3).

Dia juga menjelaskan, ada sekitar 3.000 mahasiswa yang menunggak. Tapi, setelah ada kebijakan sebelumnya dengan menutup nilai ada sekitar 1.000 mahasiswa melunasi, sehingga tersisa 1900-an. “Namanya anak kami, kami panggil kan kasus per kasus,” kata Irwan.

Menurutnya, sebagai orang tua tidak ingin anaknya tidak melanjutkan kuliah, dan tidak ada sanksi dari pihak kampus. “Nggak ada, sebenarnya hanya nilainya saja nggak bisa dilihat,” tandasnya.(rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT cimanggis bagikan takjil

PSHT Cabang Depok Berbagi Takjil

AKSI : Warga PSHT cabang Depok bagikan takjil di Jalan Komjen Pol (Purn) Moch Yassin.

Read More...
pengemis di kota depok

Manusia Gerobak di Jalan Margonda dan Juanda Diamankan

HIASI : Sejumlah pengemis menunggu belas kasih masyarakat di Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji, Kamis

Read More...
PCNU bagikan masker

NU Depok Bagikan 75 Ribu Masker Ke Pelaku UMKM 

  RADARDEPOK.COM, DEPOK - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok Ust. Achmad Solechan menggelar gerakan pembagian 75 ribu

Read More...

Mobile Sliding Menu