Isra miraj di korona
Ust Saefudin Al Curugi.
Isra miraj di korona
Ust Saefudin Al Curugi.

 

RADARDEPOK.COM, BOJONGSARI – Peringatan Isra Miraj kali ini berbeda dengan sebelumnya. Peringatan Isra Miraj ditengah penyebaran virus Korona, dapat dijadikan pembelajaran diri bagi masyarakat muslim di wilayah Kecamatan Bojongsari khususnya terkait kebersihan.

Salah satu tokoh agama Kelurahan Curug, Ustd Saefudin Al Curugi mengatakan, peristiwa Isra Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW, dari masjid ke masjid sebelum berjumpa langsung dengan sang Kholiq Allah SWT, untuk menerima perintah salat.

Salat menjadi sarana penting seseorang untuk berinteraksi dengan sang pencipta, melalui ibadah yang dilakukannya. Masjid menjadi media atau sarana untuk terciptanya suasana yang nyaman dan khusuk saat beribadah.

“Peringatan Isra Miraj saat ini berbarengan dengan penyebaran virus Covid 19 atau Korona,” ujar Saefudin Al Curugi kepada Radar Depok.

Saefuddin Al Curugi menjelaskan, ibadah salat seseorang dianggap sah manakala dirinya dalam keadaan suci dan bersih, bukan hanya dirinya namun pakaian yang digunakan dan tempat harus bersih. Selain itu, salat seseorang dianggap sah apabila dalam keadaan bersuci atau berwudhu dan basuhan dalam wudhu, adalah membersihkan anggota tubuh yang sangat rentan terkena kotoran.

Islam, lanjut Saefudin sangat menjaga kesehatan pemeluknya, sehingga minimal dalam sehari seseorang berwudhu minimal 5 kali dalam sehari. Wabah virus Korona mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Islam sudah memulainya sejak 14 abad yang lalu, sehingga momentum Isra Miraj tahun ini, berbarengan merebaknya wabah virus Korona harus membuat masyarakat lebih dekat kepada Allah SWT.

Saefudin Al Curugi menuturkan, Islam mengajarkan kepada ummat muslim tentang At Tahuuru Satrul Imaan, artinya kebersihan adalah sebagian dari nilai keimanan. Untuk itu, Saefudin mengajak kaum Muslim guna meningkatkan mentalitas keimanan kepada Allah SWT, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang menjalankan nilai keimanan, salah satunya dengan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“PHBS secara tidak langsung telah diajarkan Islam yang memiliki sejumlah manfaat,” tutup Saefudin. (rd)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya