Masker Hilang Dipasaran Sejak Januari

In Utama
penjualan masker di depok
STOK HABIS : Tampak terlihat pemberitahuan dari pemilik toko mengenai stok masker yang habis di kawasan Jalan Sentosa Raya, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (3/3). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pascaditetapkannya dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus Korona, warga pun mulai memburu masker dan hand sanitizer alias pembersih tangan sebagai pelindung. Namun, dua barang tersebut nyatanya mulai sulit ditemukan.

Dari tujuh apotek yang dikunjungi Radar Depok, tak satu pun yang memiliki masker maupun hand sanitizer untuk dijual. Pemilik apotek tidak bisa memastikan kapan masker akan dikirim lagi, karena di pabrik juga permintaannya mebeludak.

Salah satu apotek yang dikunjungi yaitu Apotek Kimia Farma di Jalan Siliwangi Kelurahan Pancoranmas. Menurut Apoteker di apotek tersebut, Angga mengaku kehabisan stok masker sejak Januari 2020 ketika virus Korona mulai berkembang di Wuhan.

“Stok masker sekarang tidak ada, tapi kalau harga masih normal,” ungkap Angga kepada Radar Depok, Selasa (3/3).

Angga menilai, masker yang dicari biasanya merupakan masker tiga lapis. Ada juga yang mencari masker N95, masker berstandar WHO.

“Kami jual masih harga normal. Kemarin ada yang pesan masker tiga lapis langsung 40 boks, isi 50 masker. Dijual Rp36 ribu per boks,” tutur Angga.

Sedangkan untuk masker N95 ia jual Rp58.500 per buah. Menruutnya, permintaan masker belakangan juga sedang meningkat, tetapi stok barang kosong. “Di Kimia Farma masih ada pesanan 10 ribu boks, tapi belum terpenuhi,” terang Angga.

Sementara itu, Apotek 24 jam di Jalan Cinere raya juga tidak menyediakan masker dan hand sanitizer. Meski telah habis, masih banyak yang mencari masker dan hand sanitizer. “Masih banyak yang cari, apalagi ada korban di Studio Alam, makin banyak yang cari,” kata Apoteker Apotek 24 Jam Cinere, Maria.

Pihaknya belum bisa memastikan kapan barang tersebut aka nada lagi, karena pihanya juga sudah meminta pasokan sejak beberapa bulan lalu, namun tak kunjung di kirim. “Saya sudah minta, tapi memang tidak dikirim permintaan banyak stok habis,” kata Maria.

Menurut Apoteker Nurica Farma, Danti mengatakan saat ini pesanan jiga sedang meningkat. Stok yang ada di apotek nya juga sudah habis. “Stoknya habis, biasanya kami jual per boks, tapi sekarang tidak ada lagi,” kata Danti.

Pihaknya juga sempat meminta ke agen agar dikirim kembali tapi agen tidak mengirim kembali dengan alasan stok habis. “Memang ngga ada, harga masker juga mulai naik,” kata Danti.

Ada empat jenis masker yang di jual apotek-apotek, yaitu masker biasa (surgical mask), masker N90, masker karbon, dan masker hijab. Hampir seluruh jenis masker ini alami kenaikan harga.

Namun beruntung saat Radar Depok mengunjungi apotek tersebut masih terdapat Hand Sanitizer dengan ukuran 55 mililiter merk Altis. Radar Depok kebagian satu, yang satunya diambil warga Kalimulya yang juga sengaja mencari masker dan hand sanitizer.

“Saya udah keliling-keliling, taoi ngga dapat juga, beruntung disini dapat hand sanitizer satu buah. Lumayan untuk jaga-jaga,” kata Dimas. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu