mekarjaya diserang DBD
SOSIALISASI: Seluruh elemen lapisan masyarakat saat melakukan sosialisasi setelah 17 anak terkena nyamuk demam berdarah, di Aula Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
mekarjaya diserang DBD
SOSIALISASI : Seluruh elemen lapisan masyarakat saat melakukan sosialisasi setelah 17 anak terkena nyamuk demam berdarah, di Aula Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Di saat pemerintah fokus terhadap penanganan penyebaran virus Korona, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya diserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, sudah ada 17 anak yang digigit ‘Si Belang’.

Seperti yang disampaikan Lurah Mekarjaya, ada 17 anak di wilayahnya terpapar DBD, 10 di antaranya sydag kembali ke rumah dan tujuh anak masih di rawat di rumah sakit.

“Semua usia bisa dikatakan anak-anak, karena dari usia 9 tahun hingga 15 tahun. ” tegasnya saat ditemui Radar Depok, Jumat (20/3).

Ia mengungkapkan, cuaca yang yang tak menentu membuat nyamuk berkembang biak dan mulai mengancam kesehatan warga, terutama anak-anak. Sebab, daya tahan tubuh anak masih rentan terhadap penyakit.

“Iya dari panas terik lalu sore harinya hujan, itu yang sangat berbahaya. nyamuk dapat dengan cepat bertelur di genangan air, jadi jentik nyamuk ada di mana-mana,” paparnya.

Lebih lanjut, Zaenal menuturkan, saat ini upaya terus dilakukan dengan berkoordinasi dengan Pokja sehat, kader PKK, hingga aparat keamanan yang bertugas di wilayah tersebut.

“Kami sudah melakukan fogging di RW16 yang berpotensi demam berdarah. Untuk target kami tidak ada, tapi kami terus menghimbau kepada warga menjaga lingkungan,” terangnya.

Himbauan tersebut juga diharapkan Zaenal, dapat menimbulkan semangat gotong royong agar tetap kesehatan warga terjamin. Sebab, kebersihan memang harus dilakukan secara bersama.

“Upaya yang kami lakukan pemeriksaan jentik, sosialisasi PHBS, dan kerja bakti, kalaupun mendesak dilakukan fogging,” tandas Zaenal. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya