Melihat Kecenderungan Pilihan Warga Depok

In Utama

Iqbal Muhammad

 

Oleh : Iqbal Muhammad

General Manager Radar Depok

 

SIMULASI Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok sudah kami rencanakan sejak dipenghujung tahun 2019 karena melihat dinamika politik di Kota Belimbing sangat dinamis. Sampai-sampai, kedua petahana Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota, Pradi Supriatna  belum mendapat restu dari partai pengusung.

Dinamika politik semakin dinamis bahkan cenderung memanas setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok memprioritaskan tiga kader terbaiknya hasil penjaringan di internal partai melalui sistem Pemilihan Raya (Pemira). Ketiga kader tersebut, Hafidz Nasir, Imam Budi Hartono dan T Farida Rachmayanti. Bahkan secara tegas, Ketua Bidang Pemenangan Pemillu dan Pilkada Jabar (BP3) DPW PKS Jawa Barat Choiruhman Juwono Putro mengakui sampai saat ini belum melirik Muhamad Idris sebagai petahana yang diusung PKS.

Sedangkan Ketua DPC Gerindra Pradi Supriatna hingga kini juga belum mendapat rekomendasi dari Partai berlambang burung garuda. Infonya, rekomendasi Gerindra masih tarik ulur antara Pradi Supriatna dan wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari.

Sekertaris Daerah Kota Depok Hardino juga  punya hasrat ingin mencalonkan sebagai Walikota Depok. Bahkan, mantan Kadinkes Kota Depok ini sempat berujar kalau hanya ingin menjadi Calon Walikota dan tidak berminat sama sekali dengan Wakil Walikota.

Di awal tahun 2020,  DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Kota Depok mengusulkan nama Afifah Alia ke DPP, sebagai Cawalkot yang akan mendampingi Pradi Supriatna. Sedangkan Ketua DPD Partai Golkar Farabi A Rafiq ngebet ingin digandeng sama PKS sebagai Cawalkot.

Kemudian ada politisi wanita yang sangat potensial, kendati belum mendeklarasikan diri sebagai cawalkot atau cawawalkot, ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Qonita Lutfiyah  memiliki kans diusung oleh Koalisi Depok Tertata yang dibangun oleh PPP, PKB, PAN,dan  Demokrat. Koalisi yang memiliki 12 kursi ini juga punya tokoh muda yang kini duduk di DPRD Provinsi Jawa Barat, dia adalah Hasbullah Rahmad. Nama Hasbulloh dikancah politik Depok sangat mumpuni, selain memiliki suara 44.390 saat pemilu 2019 lalu, dia juga nyaris menjadi wakil walikota mendampingi Nur Mahmudi pada periode kedua, namun di menit menit akhir diganti oleh Muhammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok.

Belum lama ini juga muncul tokoh–tokoh muda yang mendeklarasikan dirinya sebagai calon walikota Depok seperti Rama Permana yang memiliki tagline Depok Segar jika dia terpilih sebagai Cawalkot. Bahkan, pria yang tinggal di Grand Depok City ini mendafar langsung ke DPP PDI P sebagai cawalkot ketika pendaftaran di DPC sudah ditutup. Satu lagi tokoh muda, Bayu Adi Permana yang spanduknya sudah menyebar.

Hampir setiap hari ruang rapat redaksi Radar Depok selalu membahas dinamika politik di Kota Belimbing. Dan pada akhirnya kami memutuskan untuk melakukan simulasi pada Rabu (26/2) lalu yang dikomandoi oleh Redaktur Pelaksana Fahmi Akbar.

Simulasi ini dilakukan dengan menyebar 1.000 surat suara yang berisi para calon walikota dan wakil walikota di 11 kecamatan di Kota Depok. Seribu surat suara ini dibagi enam kelompok yang masing masing kelompok diikuti oleh dua relawan yang membawa 150-200 surat suara berikut dengan kotak suaranya.

Para relawan ini mengajak masyarakat Depok untuk memilih calon Walikota dan calon Wakil Walikota. Mereka bergerak seperti TPS berjalan keliling ke lokasi lokasi keramaian dan perumahan penduduk.

Simulasi ini bukan pertama kali dibuat Radar Depok, pada pemilu 2019 lalu dilakukan simulasi dengan cara yang sama. Setiap kali selesai simulasi pasti ada saja yang bertanya ke saya. “Siapa sponsornya?”, “dibayar sama siapa ?”. saya hanya jawab dengan senyuman. Simulasi ini murni Program Kerja Redaksi Radar Depok untuk melihat kecenderungan masyarakat Kota Depok untuk memilih Walikota dan Wakil Walikotanya. Tidak ada siapapun yang mensponsori atau membiayai simulasi ini, karena kami ingin simulasi ini objektif hasil pilihan masyarakat Depok. Bahkan, saya wanti wanti sama seluruh wartawan dan karyawan Radar Depok untuk merahasiakan agenda Simulasi ini sama siapapaun termasuk orang terdekat sekalipun. (*)

You may also read!

guru besar FTUI kenalkan

Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun

Read More...
e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu