Membangun Depok Normatif, Tidur Saja Jadi

In Politika
babai suhaimi
Babai Suhaimi.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi menilai, jika membangun Kota Depok secara normatif, kepala daerah tidur pun tetap terlaksana.

“Jika tiga pasang (calon walikota) yang akan muncul, maka ukurannya adalah figur, mobilisasi kader atau sistem kerja partai (network). Figur, jika sistem kerja partainya tidak bagus, tidak mungkin kuat,” kata Babai kepada Radar Depok.

Demikian juga sebaliknya, jika sistem kerja partai bagus, tetap figurnya kurang, maka akan kurang bagus juga. Tetapi, beberapa kenyataan di lapangan adalah, mana yang lebih kuat antara figur dan mesin partai.


“Biasanya fakta telah membuktikan bahwa mesin partai lah yang lebih dominan atau menentukan. Di Depok sudah terbukti, selain figur,  perlu juga sistem, jaringan dan kerja partai,” papar pemilik 12 ribu suara lebih di Dapil 6 (Sawangan, Bojongsari, Cipayung) ini.

Jadi, sambung Babai, jika nanti ada tiga pasangan calon, mana yang lebih unggul dari segi figur dan kerja partainya, itu dapat dilihat langsung.

Ditanya mengenai PKB, Babai mengungkapkan, pihaknya sedang konsentrasi pada penataan kepengurusan, di mana Pengurus DPAC (Tingkat kecamatan) sudah rampung dan akan ditetapkan Surat Keputusannya pada pertengahan Maret.

“Setelah itu, baru DPC, perkiraannya di April sudah selesai. Di PKB sendiri, bukan berarti tidak konsentrasi terkait Pilkada, tetapi tahu diri tiga kursi. Dan akan menentukan sikap pada waktunya, tidak bisa pasti PKB melihat menentukan sikap,” ungkapnya.

Tentunya, PKB akan melihat figur pemimpin yang mau memikirkan, membangun dan berbuat untuk masyarakat Kota Depok. Serta, bukan sekedar sebuah kesempatan untuk mendapatkan kedudukan dan jabatan. “Ingat loh, untuk menjadi walikota Depok ini, jika hanya pembangunan normatif, tidur saja jadi,”’ katanya.

Sebab, tolak ukurnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tetap tinggi, IPM nomor tiga se-Jawa Barat, tingkat harapan hidup masyarakat Depok pun tertinggi nomor dua se-Indonesia.

“Persoalannya , membangun Depok parameternya bukan hanya di IPM, tetapi ada parameter lain, seperti tataruang, ketentraman, kenyamanan, kebahagiaan dan lainnya, termasuk infrastruktur,” pungkas Babai. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Longsor di cilodong

Hujan Deras, Turap di Taman Depok Permai Sukamaju Longsor

EVAKUASI : Petugas Damkar Kota Depok dari Mako Kembang bersama Satgas Banjir Dinas PUPR saat

Read More...
antre beli sayur di depok

Gegara Korona, Belanja Sayur Pakai Jarak

BELANJA : Warga saat membeli sayur dengan teratur jaga jarak duduk di kursi yang telah

Read More...
lupakan politik utamakan kemanusaiaan

Lupakan Dulu Politik, Sekarang Kemanusiaan

BANTUAN : Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya (kiri) turut serta membantu penyaluran

Read More...

Mobile Sliding Menu