hoaks korona meninggal di depok
KLARIFIKASI : Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono (kiri) saat berbelasungkawa ke kediaman Ani Susanti. FOTO : ISTIMEWA
hoaks korona meninggal di depok
KLARIFIKASI : Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono (kiri) saat berbelasungkawa ke kediaman Ani Susanti. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Depok dihebokan kabar meninggalnya Ani Susanti, warga Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya akibat Virus Korona. Tak ingin ada kesemrawutan isu tersebut berkembang, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok langsung turun gunung.

Kepala Diskominfo, Sidik Mulyono memastikan, kabar itu tidak benar atau hoaks. Dia menegaskan, korban meninggal bukan karena korona, tetapi penyakit lain. “Kami sudah melakukan klarifikasi ke rumah duka, warga Baktijaya yang meninggal ini, tidak ada kaitannya dengan virus korona,” kata Sidik kepada Radar Depok, Minggu (29/03).

Sidik mengatakan, Ani memiliki riwayat penyakit stroke dan hipertensi tahun 2013. Sebelum meninggal, jelas Sidik, Ani ditemukan pingsan di Pasar Musi pada Sabtu (28/03) sekira pukul 06:00 WIB.

“Di kondisi darurat seperti ini, kita bukan hanya menghadapi virus, melainkan juga pemberitaan hoaks atau disinformasi. Karena itu, kami meminta warga tetap tenang dan bijak dalam menyampaikan informasi,” jelasnya.

Sementara suami dari Ani, Eli Sumarno membenarkan, istrinya memiliki riwayat kedua penyakit tersebut. Dia menegaskan, selama dua pekan sebelumnya, Ani tidak memiliki gejala pilek atau batuk, seperti yang dialami penderita virus Korona.

“Ya, istri saya masih mengkonsumsi obat untuk darah tinggi atau jantung, seperti Captopril. Jadi informasi yang mengatakan, istri saya meninggal karena korona tidak benar. Tidak ada gejala infeksi virus korona juga sebelumnya,” pungkasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya